Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Kritik Komika ke Negara Dinilai Cermin Kegalauan Rakyat dan Mandeknya Saluran Aspirasi Formal, Ahmad Khozinudin: Ada yang Salah pada Negara Kita

 Konten Mens Rea Pandji Disorot, Ahmad Khozinudin: Ada yang Salah pada Negara Kita

Repelita Jakarta - Ahmad Khozinudin dari Tim Advokasi Anti-Kriminalisasi menyoroti fenomena komika yang membawa materi kritik kekuasaan sebagai cermin kegagalan sistem. Dalam sebuah diskusi televisi pada Selasa (27/1/2026), ia menyatakan bahwa konten 'Mens Rea' yang dibawakan Pandji Pragiwaksono justru mengungkap suatu masalah fundamental di tingkat negara.

Khozinudin mengungkapkan rasa prihatin mendalam ketika seorang pelaku komedi merasa perlu menyentuh tema-tema berat tentang kekuasaan dan keadilan. Menurut ekspektasinya, dunia stand up comedy seharusnya berkutat pada materi ringan seperti humor sehari-hari, buah-buahan, sayuran, atau gosip selebritas yang dapat membuat penonton tertawa lepas tanpa beban.

Fakta bahwa kritik tajam terhadap negara justru disampaikan dari panggung hiburan, dalam analisisnya, menandakan adanya kegagalan institusi formal. Ia mempertanyakan di mana peran para ulama dan wakil rakyat di lembaga perwakilan yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menyuarakan ketidakadilan dan mengoreksi kekuasaan yang menyimpang.

Lebih lanjut, Khozinudin menduga kuat bahwa fenomena ini muncul karena rasa keadilan masyarakat telah teralienasi dan tidak menemukan saluran penyampaian yang memadai. Ketika suara rakyat tidak didengar melalui saluran-saluran konvensional seperti lembaga keagamaan dan parlemen, maka kritik itu akan mencari outlet lain, termasuk melalui medium seni pertunjukan komedi.

Ia menegaskan pertanyaan kritis tentang ke mana menghilangnya para pihak yang selama ini mengklaim bertindak atas nama rakyat ketika melihat anomali dalam kekuasaan. Kesunyian atau diamnya mereka dalam merespons berbagai persoalan publik, menurutnya, menciptakan ruang kosong yang akhirnya diisi oleh suara-suara dari luar sistem yang formal.

Pandangan ini menawarkan lensa berbeda dalam melihat kontroversi materi komedi Pandji, bukan semata sebagai persoalan hukum atau agama, tetapi sebagai gejala sosial atas kegagalan komunikasi antara negara dengan warga negaranya. Kritik yang muncul dari panggung komedi, dalam perspektif ini, adalah alarm yang menunjukkan adanya keretakan dalam saluran-saluran penyampaian aspirasi publik yang seharusnya berfungsi.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved