
Repelita Jakarta - Pakar hukum tata negara Refly Harun mengungkapkan pengalaman pribadi yang ia yakini sebagai bentuk intimidasi karena kritiknya terhadap pemerintah.
Ia menceritakan pernah menemukan kendaraan bertanda Bareskrim Polri terparkir tepat di dekat pagar rumahnya.
“Pernah ada mobil Bareskrim parkir di halaman rumah saya. Bukan di halamannya, persisnya mepet pagar rumah saya. Dan ketika ditanya istri saya, dalihnya ada kegiatan di KFC.
Padahal yang namanya KFC itu lebar sekali halaman parkirnya. Kok parkir di tempat saya yang 600 meter dari KFC dan agak masuk sedikit. Bagi saya agak aneh itu.
Refly juga mengisahkan dua kali mengalami kejadian di jalan saat berkendara malam hari.
Ada mobil di depannya yang sengaja melaju sangat pelan sehingga menghambat perjalanan.
Ia meminta stafnya yang mengemudi untuk tidak mengklakson atau mendahului kendaraan tersebut.
“Dua kali saya kemudian ketika melaju malam-malam, ada mobil di depan saya yang jalannya pelan sekali. Saya bilang sama staf saya yang kebetulan nyopir, saya bilang jangan diklakson, jangan didahului, diamkan saja, dia pelan sekali. Ya, saya ikuti saja. Ketika orang itu kemudian belok ke kanan, kita pilih belok ke kiri.
Karena saya paham, kalau misalnya teror itu dikenakan pada street justice (jalanan) misalnya ya, atau perkelahian jalanan, saya khawatir ketika kita klakson, dia kemudian stop dan punya alasan untuk marah. Lalu kemudian macam-macam lah.
Refly menyerukan agar aparat penegak hukum menghormati kedudukan yang sama bagi setiap warga negara di depan hukum.
Ia menolak perlakuan yang menurutnya tidak wajar tersebut.
“Please pihak penegak hukum, bahwa kita semua adalah warga negara, punya kedudukan hukum yang sama, jangan diperlakukan begitu lah…”
Refly Harun dikenal sebagai pengkritik tajam terhadap kebijakan penguasa selama ini.
Editor: 91224 R-ID Elok

