Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Eggi Sudjana Samakan Kunjungi Jokowi Laksana Musa-Harun Hadapi Firaun, Publik Soroti Motif Sebenarnya

 

Repelita [Jakarta] - Konten dari kanal YouTube Bang Edy yang diunggah pada Selasa 13 Januari 2026 membahas pertemuan antara Eggi Sudjana, Damai Hari Lubis, dengan mantan Presiden Joko Widodo. Dalam siaran langsung tersebut, dibacakan pula pesan dari Eggi Sudjana yang menjelaskan sudut pandangnya mengenai pertemuan tersebut.

Eggi Sudjana dalam pesannya menyatakan bahwa kunjungannya ke kediaman Joko Widodo memiliki makna dan motivasi yang bersifat ideologis. Dia menggunakan perumpamaan dengan menyamakan pertemuannya itu seperti kisah Nabi Musa dan Harun yang mendatangi Fir'aun untuk menyampaikan nasihat dan kebenaran.

Pernyataan yang disampaikan melalui pesan WhatsApp tersebut dibacakan oleh Refly Harun dalam sebuah acara talkshow di televisi nasional. Ungkapan Eggi Sudjana ini langsung mendapatkan sorotan dan menjadi bahan perbincangan publik, terutama di kalangan pengguna media sosial dan pengamat politik.

Presiden Joko Widodo dalam pernyataan terpisah telah mengonfirmasi bahwa pertemuan tersebut memang terjadi di kediamannya di Solo pada Kamis 8 Januari lalu. Mantan presiden menyikapi kunjungan ini sebagai bentuk silaturahmi dan menekankan bahwa niat baik untuk menjaga hubungan harus dihargai.

Lebih lanjut, Jokowi juga menyampaikan usulannya agar kasus hukum yang melibatkan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis dapat dipertimbangkan untuk diselesaikan melalui pendekatan restorative justice. Konsep ini menekankan pada pemulihan hubungan dan penyelesaian di luar proses peradilan formal.

Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis saat ini berstatus sebagai tersangka dalam penyebaran informasi yang diduga tidak benar terkait dokumen pendidikan presiden. Status hukum ini membuat kunjungan mereka ke rumah Joko Widodo menjadi perhatian khusus dan memicu berbagai interpretasi dari masyarakat.

Reaksi publik terhadap pernyataan Eggi Sudjana yang menggunakan analogi keagamaan tersebut cukup beragam. Sebagian mempertanyakan relevansi dan kesesuaian perumpamaan tersebut dengan konteks hukum dan politik yang sedang terjadi, sementara yang lain melihatnya sebagai ekspresi pribadi dari keyakinan yang dianut.

Hingga saat ini, proses hukum terhadap kedua tersangka masih berlangsung sesuai dengan prosedur yang berlaku. Pertemuan di Solo dan pernyataan-pernyataan yang menyertainya telah menambah kompleksitas dan dimensi baru dalam perbincangan publik mengenai kasus ini, dengan berbagai pihak memberikan tanggapan yang berbeda-beda.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved