Repelita Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kesiapannya bekerja sama dengan Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez setelah penangkapan mantan Presiden Nicolas Maduro.
Langkah ini diambil untuk menghindari kesalahan yang pernah terjadi di Irak di mana seluruh pejaban pemerintahan lama dipecat sehingga memicu munculnya kelompok ISIS.
Apa Anda ingat tempat bernama Irak di mana semua orang di pemerintahan dipecat polisi jenderal dipecat kini mereka berubah menjadi ISIS terangnya dikutip dari The Latin Times pada Sabtu tujuh belas Januari dua ribu dua puluh enam.
Dalam dua pekan terakhir Trump menunjukkan dukungan bagi Rodriguez untuk bernegosiasi dan menyelesaikan berbagai masalah di Venezuela.
Ia menilai pemerintahan baru Venezuela lebih berbeda dari sebelumnya serta memiliki sikap yang jauh lebih pragmatis.
Trump mengapresiasi pertemuan dengan Pemimpin Oposisi Venezuela Maria Corina Machado dan menyebutnya sebagai sosok yang baik.
Ia terkesan dengan kesediaan Machado memberikan Penghargaan Nobel Perdamaian kepadanya.
Namun Trump menegaskan bahwa Machado masih belum pantas mengambil alih kekuasaan di negaranya pada saat ini.
Menurut laporan intelijen Amerika Serikat mempertahankan Rodriguez sebagai kepala negara sementara merupakan cara efektif untuk mencegah kekacauan di Venezuela.
Machado dan Edmundo Gonzalez dinilai belum mendapatkan kepercayaan dari aparat keamanan di negara tersebut.
Pada waktu yang sama Kepala CIA John Ratcliffe melakukan kunjungan perdana ke Caracas untuk bertemu dengan Rodriguez.
Pertemuan ini menjadi bukti bahwa hubungan antara Amerika Serikat dan Venezuela sedang mengalami perbaikan signifikan.
Diskusi antara Ratcliffe dan Rodriguez membahas kerja sama intelijen serta stabilitas ekonomi.
Selain itu keduanya juga memastikan Venezuela tidak menjadi tempat aman bagi ancaman terhadap Amerika Serikat terutama jaringan penyelundupan narkoba.
CIA menilai Rodriguez sebagai sosok negosiator yang cenderung mau berkompromi dibandingkan penganut ideologi keras.
Machado menyatakan bahwa Rodriguez tidak menyetujui keputusan tersebut melainkan hanya mengikuti perintah dari Trump.
Menurutnya Rodriguez tidak merepresentasikan rakyat Venezuela secara sejati.
Delcy hanya mengikuti perintah tapi dia tidak memiliki persetujuan dalam dialog terakhir dengan pemerintahan sayap kiri Venezuela ia cenderung memihak dirinya sendiri terangnya.
Pemenang Nobel Perdamaian itu menilai operasi Amerika Serikat di Venezuela menunjukkan bahwa ancaman nyata diperlukan untuk mengubah rezim di negara tersebut.
Ia mengatakan Rodriguez hanya merespons karena takut akan ancaman dari Trump(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

