Repelita Jakarta - Bupati Pati Sudewo telah dibawa ke Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta Selatan pada Selasa dua puluh Januari dua ribu dua puluh enam sekitar pukul sepuluh tiga puluh lima Waktu Indonesia Barat bersama tujuh orang lain yang ikut diamankan dalam operasi tangkap tangan.
Operasi tersebut dilakukan KPK di Kabupaten Pati Jawa Tengah pada Senin sembilan belas Januari dua ribu dua puluh enam dan berhasil mengamankan uang tunai bernilai miliaran rupiah dari tangan para pihak terkait.
Peneliti ISEAS Yusof Ishak Institute Made Supriatma melalui unggahan di akun media sosialnya pada Selasa dua puluh Januari dua ribu dua puluh enam mengingatkan kembali bagaimana mantan Presiden Joko Widodo secara aktif berkampanye untuk memenangkan Sudewo dalam Pilkada akhir tahun dua ribu dua puluh empat.
"Barusan seorang teman mengunggah video pertemuan Sudewo dan wakil bupati Pati dengan mantan Presiden Jokowi Dalam video itu Jokowi berpesan kepada Sudewo untuk bekerja keras menjaga infrastruktur dan menjaga pertanian Jokowi bilang subsidi pupuk itu sangat penting Dan itu harus dijaga" tulis Made Supriatma dalam cuitannya.
Made menegaskan bahwa Sudewo sebagai politisi Partai Gerindra mendapat dukungan penuh dari Jokowi yang tidak berafiliasi partai sehingga berhasil menjadi bupati meskipun Jokowi saat itu berada di masa akhir kekuasaannya namun pengaruhnya masih sangat kuat.
Menurutnya dukungan Jokowi kepada Sudewo bukanlah tanpa imbalan karena pada periode senja kekuasaannya Jokowi mengerahkan segala upaya untuk memengaruhi berbagai kontestasi pemilihan umum sebelum lengser dari jabatan.
Made Supriatma juga menyatakan bahwa pola dukungan Jokowi kepada Prabowo Subianto untuk menjadi presiden pun tidak gratis karena diikuti dengan penempatan anak sulungnya sebagai wakil presiden meskipun ambisi periode ketiga tidak berhasil.
Setelah itu Jokowi berupaya menjadikan anak bungsunya sebagai Gubernur Jakarta meskipun upaya tersebut gagal akibat gelombang demonstrasi besar #indonesiagelap yang menjadi kekuatan penentu.
Ia menilai penangkapan Sudewo oleh KPK bukan kejadian terisolasi melainkan bagian dari upaya menyingkirkan faktor-faktor yang mengganggu stabilitas rejim hybrid Prabowo-Jokowi karena Sudewo dianggap mencoreng citra rejim akibat sikap over confident seperti menaikkan pajak dan menantang rakyat hingga memicu protes.
Made Supriatma menyimpulkan bahwa pencokokan melalui KPK menjadi solusi paling elegan karena bersifat kriminal sehingga beban politiknya lebih ringan dibandingkan pemakzulan melalui DPRD yang berpotensi merusak legitimasi rejim secara keseluruhan.
Ia menekankan bahwa dukungan Jokowi kepada Sudewo pada akhirnya membawa konsekuensi ketika bupati tersebut terjerat kasus korupsi sehingga menunjukkan bahwa dukungan politik tersebut tidaklah gratis.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

