Repelita [Makassar] - Tim Disaster Victim Identification dari Markas Besar Polri telah berhasil mengungkap identitas salah satu jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport di Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan.
Jenazah perempuan tersebut dipastikan merupakan seorang pramugari bernama Florencia Lolita Wibisono berdasarkan hasil pemeriksaan forensik yang komprehensif.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Kombes Polisi Muhammad Haris, menyampaikan pengumuman resmi tersebut dalam sebuah konferensi pers di Posko DVI Polda Sulsel pada Rabu, 21 November 2026.
Jenazah Florencia pertama kali ditemukan oleh Tim SAR Gabungan pada hari Senin, 19 Januari 2026, sekitar pukul dua siang waktu setempat.
Proses identifikasi berhasil dilakukan melalui perbandingan yang cermat antara data post mortem dari pemeriksaan jenazah dengan data ante mortem yang diperoleh dari kehidupan korban sebelum peristiwa.
Data ante mortem mencakup berbagai informasi vital seperti ciri-ciri fisik, rekam gigi, sidik jari, serta benda-benda kepemilikan pribadi yang biasa digunakan atau dibawa oleh korban.
Haris menjelaskan bahwa kecocokan ditemukan antara jenazah dengan kode post mortem 62B.01 dan data ante mortem bernomor AM004, yang mengonfirmasi identitas Florencia Lolita Wibisono, perempuan berusia tiga puluh tiga tahun.
Florencia tercatat sebagai korban kedua yang berhasil ditemukan dalam operasi pencarian dan evakuasi di lokasi kecelakaan pesawat tersebut.
Jenazahnya berhasil diangkat dari sebuah jurang dengan kedalaman sekitar dua ratus meter di area lereng Gunung Bulusaraung pada tanggal yang sama dengan penemuannya.
Kondisi jenazah saat ditemukan berada dalam posisi tengkurap dengan keadaan fisik yang masih relatif utuh meskipun terdapat patah tulang pada bagian kaki kanannya.
Proses evakuasi kemudian dilanjutkan dengan membawa jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara di Kota Makassar pada Selasa malam, 20 Januari 2026, untuk menjalani serangkaian prosedur identifikasi forensik lebih lanjut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

