Repelita Makassar - Pesawat ATR 42-500 milik PT Indonesia Air Transport yang hilang kontak pada Sabtu 17 Januari 2026 saat terbang dari Yogyakarta menuju Makassar diterbangkan oleh Capt Andy Dahananto yang juga menjabat sebagai Direktur Operasi perusahaan tersebut.
Capt Andy Dahananto lahir pada tahun 1967 dan merupakan lulusan Juanda Flying School angkatan 1987 serta telah memulai karier sebagai pilot fixed wing di perusahaan yang sama sejak tahun 1988 hingga sekarang.
Ia resmi menduduki posisi Direktur Operasi PT Indonesia Air Transport sejak 19 Juni 2019 dan bertanggung jawab langsung atas penerbangan pesawat yang mengalami hilang kontak tersebut.
Pesawat tersebut membawa total 11 orang yang terdiri dari delapan kru pesawat dan tiga penumpang yang merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Kementerian Kelautan dan Perikanan telah mengonfirmasi status penyewaan pesawat tersebut melalui Staf Khusus Menteri KP Bidang Humas dan Komunikasi Media Doni Ismanto yang menyatakan bahwa ketiga penumpang memang berasal dari institusinya.
"Pax-nya orang KKP" kata Doni Ismanto kepada media.
Posisi terakhir pesawat sebelum hilang kontak berada di sekitar Kabupaten Maros Sulawesi Selatan dengan koordinat 04°57’08” LS-119°42’54” BT tepat saat mendekati Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.
Basarnas Makassar langsung mengerahkan 60 personel beserta potensi SAR untuk mendeteksi dan menemukan keberadaan pesawat di kawasan Leang-Leang.
Kepala Bidang Operasi SAR Basarnas Makassar Andi Sultan menyatakan bahwa tim telah bergerak menuju titik koordinat yang dilaporkan oleh AirNav.
“Kami telah menuju lokasi titik koordinat yang berada di sekitar daerah Leang-Leang sesuai koordinat yang dilaporkan AirNav kepada kami” kata Andi.
Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama PT Indonesia Air Transport dijadwalkan menggelar konferensi pers pada pukul 19.30 WIB malam ini di Gedung KKP untuk memberikan penjelasan resmi terkait insiden tersebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

