Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Amien Rais Benar , tapi.....?

 Gambar

Repelita Jakarta - Akun X Sumatera Adil & Federal memposting analisis mendalam tentang pandangan Amien Rais mengenai masa depan Indonesia pasca-Orde Baru yang diunggah pada Minggu 18 Januari 2026 melalui tautan


Postingan tersebut menyoroti tiga opsi yang pernah diusulkan Amien Rais pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an sebagai respons terhadap sistem sentralistik Orde Baru

Berikut poin-poin utama yang disusun dengan nomor urut sesuai struktur postingan asli

1. Mempertahankan NKRI dalam bentuk negara kesatuan seperti saat itu namun dengan risiko ketimpangan ekonomi yang terus memburuk

2. Membiarkan disintegrasi sehingga daerah-daerah memisahkan diri menjadi negara merdeka masing-masing 

3. Mengadopsi sistem federal di mana negara bagian memiliki otonomi tinggi sementara pusat hanya menangani urusan strategis seperti pertahanan luar negeri dan moneter

Amien Rais menilai sistem kesatuan yang terlalu sentralistik telah menciptakan ketidakadilan ekonomi luar biasa di mana kekayaan daerah seperti minyak gas tambang dan sawit dihisap ke pusat terutama Jawa sementara daerah penghasil tetap miskin dan tertinggal

Federalisme dianggap sebagai jalan tengah agar daerah memiliki kuasa lebih besar atas sumber dayanya sendiri mirip model yang diterapkan di Jerman Amerika Serikat atau Australia

Jika opsi federal dijalankan sekitar tahun 1999-2001 maka daerah seperti Sumatera Kalimantan Sulawesi Papua dan lainnya bisa mengelola APBD sendiri dengan porsi hasil SDA yang jauh lebih besar

Persaingan sehat antar-negara bagian dapat mendorong inovasi efisiensi dan pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih baik

Jawa tidak lagi menjadi magnet tunggal sehingga pembangunan menjadi lebih merata dan infrastruktur di luar Jawa berkembang lebih cepat

Potensi disintegrasi seperti kasus Timor Timur Aceh dan Papua mungkin bisa dicegah dengan memberikan otonomi luas tanpa harus memisah negara

Dalam skenario optimis Indonesia saat ini bisa memiliki PDB per kapita mendekati negara maju Eropa Barat atau setidaknya setara dengan Malaysia dan Singapura

Wacana federal gagal karena ditolak keras dengan alasan trauma sejarah terhadap Republik Indonesia Serikat yang dianggap bau kolonial ketakutan disintegrasi serta penolakan dari tokoh seperti Gus Dur

Faktor paling krusial adalah resistensi dari pemilih di Jawa yang takut kehilangan privilese berupa subsidi silang dari daerah luar Jawa

Aliran dana dari SDA yang mengalir ke pusat lalu dibagikan kembali sebagai bansos proyek infrastruktur dan APBN banyak dinikmati Jawa

Dominasi pusat membuat Jawa tetap menjadi pusat pekerjaan pendidikan dan bisnis sehingga nama Amien Rais menjadi tercoreng di mata pemilih Jawa dan dicap sebagai pemecah belah

Partai PAN yang awalnya berpotensi besar pun terdampak negatif dan wacana federal lenyap ditelan otonomi daerah versi setengah hati

Indonesia akhirnya memilih tetap NKRI dengan otonomi daerah terbatas sehingga ketimpangan Jawa versus luar Jawa masih sangat lebar korupsi tetap terpusat dan pembangunan masih Jawasentris

Banyak pihak menyesali hilangnya momentum emas pasca-Reformasi hanya karena keegoisan kelompok mayoritas di Jawa yang tidak mau kehilangan upeti dan subsidi dari daerah lain

Postingan tersebut menutup dengan menyatakan bahwa ini adalah cerita pahit yang mencerminkan realitas politik Indonesia yang sering didominasi pemikiran sempit(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved