Repelita Jakarta - Puluhan warga Perumahan Jakarta Garden City di Cakung Jakarta Timur menggelar aksi demonstrasi karena terus terganggu oleh bau sampah yang menyengat berasal dari fasilitas Refuse Derived Fuel RDF di Rorotan Jakarta Utara.
Aksi unjuk rasa tersebut dilaksanakan di depan Sales Gallery Jakarta Garden City yang berlokasi tepat di seberang AEON Mall Cakung pada Sabtu 17 Januari 2026.
Warga menilai pengelola perumahan terkesan tidak bertanggung jawab atas dampak buruk yang ditimbulkan oleh keberadaan RDF tersebut sehingga merugikan penghuni kawasan elit ini.
Mereka membeli rumah dengan harga mencapai satu miliar rupiah dengan harapan sebagai investasi jangka panjang namun kini khawatir nilai properti justru menurun akibat masalah bau sampah yang terus menerus.
Selama demonstrasi warga meneriakkan JGC rumah mewah bau sampah untuk menyuarakan kekecewaan mereka terhadap kondisi yang dialami sehari-hari.
Ketua RT 18 RW 14 Klaster Shinano Jakarta Garden City Wahyu Andre menyatakan bahwa meskipun RDF Rorotan belum beroperasi secara penuh bau menyengat masih sering tercium oleh warga di Klaster Shinano Mahakam serta Savoi.
Menurutnya bau tersebut bersifat samar namun muncul secara tidak menentu sehingga sangat mengganggu kenyamanan penghuni.
Warga telah berkali-kali menyampaikan keluhan kepada pihak pengembang terkait persoalan bau dari RDF Rorotan tetapi hingga kini belum mendapatkan solusi yang nyata dan memuaskan.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh warga Klaster Mahakam bernama Anin yang berusia empat puluh tahun.
Ia mengungkapkan bahwa bau sampah sudah terasa sejak awal menempati rumah yaitu sekitar satu tahun lalu hanya dua bulan setelah pindah.
Anin menambahkan bahwa dampak tersebut semakin terasa jelas sebelum periode puasa sehingga warga pernah menggelar demonstrasi langsung di lokasi RDF Rorotan.
Warga menduga bau sampah masih muncul karena fasilitas RDF tersebut tetap beroperasi secara diam-diam meskipun belum sepenuhnya aktif.
Tim media yang berada di lokasi juga mencium aroma bau sampah yang cukup kuat terutama ketika berada di sekitar gerbang masuk fasilitas RDF.
Perwakilan pengelola Jakarta Garden City Andhika menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan atas keberadaan RDF Rorotan karena fasilitas tersebut bukan produk dari pengembang.
Ia menjelaskan bahwa manajemen telah melakukan mediasi dan pembicaraan dengan pemerintah setempat namun pengelola baru mengetahui pembangunan RDF setelah fasilitas itu sudah berdiri.
Andhika tidak merinci besaran kerugian yang dialami pengelola akibat masalah ini dan hanya menyatakan bahwa keberadaan RDF jelas merugikan semua pihak.
Selain protes terkait bau sampah warga juga menyuarakan kekecewaan atas kondisi jalan rusak yang sudah berlangsung lama.
Sejumlah warga melakukan aksi simbolis dengan menanam pohon pisang di lubang-lubang jalan sebagai bentuk protes terhadap lambannya penanganan perbaikan oleh pihak pengelola.
Aksi penanaman tiga pohon pisang itu dilakukan tepat di depan AEON Mall Cakung seberang kantor pemasaran Jakarta Garden City.
Wahyu Andre menyebut kondisi jalan rusak tersebut membuat warga merasa seperti sedang melintasi jalur off-road dan sudah dikeluhkan selama bertahun-tahun tanpa perbaikan menyeluruh.
Menurutnya warga hampir setiap hari menyampaikan protes melalui RT dan RW agar jalan segera diperbaiki namun pengelola hanya melakukan tambalan sementara di titik tertentu sehingga kerusakan kembali muncul dalam waktu singkat.
Menanggapi hal tersebut Andhika menyatakan bahwa keluhan jalan rusak sudah ditindaklanjuti dengan adanya kesepakatan bersama antara pengelola dan warga untuk melakukan perbaikan besar-besaran pada bulan Juni mendatang.
Ia mengklaim bahwa surat kesepakatan tersebut sudah disebarkan kepada seluruh warga serta diketahui oleh RT dan RW.
Andhika menambahkan bahwa sebelum perbaikan menyeluruh dilakukan pihak pengelola telah melaksanakan perbaikan bertahap meskipun belum mencakup semua ruas jalan yang rusak.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

