Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

2 Hari Sebelum Tabrak Gunung Bulusaraung, ATR 42-500 Patroli KKP Terpaksa Balik Kanan di Halim Karena Gangguan Mesin

 Menteri KKP: Pencarian Korban Pesawat ATR 42-500 Jatuh Diserahkan ke  Basarnas dan KNKT

Repelita Jakarta - Misteri penyebab jatuhnya pesawat ATR 42-500 registrasi PK-THT di Gunung Bulusaraung Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan mulai terungkap melalui informasi kondisi teknis pesawat sebelum kecelakaan.

Dua hari sebelum tragedi yaitu pada Kamis 15 Januari 2026 pesawat yang dioperasikan oleh Indonesia Air Transport dilaporkan mengalami masalah teknis cukup serius.

Seorang pengelola private jet yang bermarkas di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta memberikan kesaksian bahwa pesawat tersebut sempat lepas landas pada hari itu.

Namun penerbangan tidak dapat dilanjutkan karena pesawat terpaksa melakukan prosedur kembali ke bandara asal atau return to base akibat kerusakan pada mesin.

Pengelola tersebut menyatakan bahwa pesawat sudah meninggalkan bandara tetapi kemudian kembali mendarat karena masalah mesin yang dialami.

Kesaksian semakin meyakinkan karena posisi parkir pesawat milik saksi berada tepat di sebelah pesawat yang mengalami kecelakaan sehingga ia melihat langsung proses perbaikan mesin yang dilakukan.

Pesawat nahas itu diparkir bersebelahan dengan pesawat saksi di apron bandara selama perbaikan berlangsung.

Tim SAR gabungan kini telah berhasil mencapai lokasi jatuhnya pesawat di medan terjal puncak Gunung Bulusaraung.

Berbagai bagian penting pesawat berhasil ditemukan berserakan di area tersebut termasuk potongan badan pesawat jendela serta ekor yang hancur parah.

Pesawat dengan registrasi PK-THT ini bukan digunakan untuk penerbangan komersial penumpang umum melainkan disewa khusus oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Armada tersebut mendukung tugas Tim Air Surveillance Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan untuk melaksanakan patroli udara maritim.

Misi utama patroli tersebut adalah memantau dan memberantas aktivitas pencurian ikan ilegal yang masih marak terjadi di wilayah perairan Indonesia.

Kecelakaan ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Kementerian Kelautan dan Perikanan karena pesawat membawa sepuluh orang yang terdiri dari awak pesawat serta pegawai negara yang sedang bertugas.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved