Ia menilai bahwa upaya pencitraan yang dilakukan oleh pejabat tersebut tidak pada tempatnya terutama di tengah situasi bencana yang sedang melanda.
Bahkan menurut Yusuf Dumdum tindakan semacam itu kemungkinan besar membuat Presiden Prabowo Subianto merasa tidak nyaman.
Di saat bencana, pejabatnya masih sibuk pencitraan dan menjilat .
Sepertinya pak @prabowo pun risih!.
Demikian isi cuitan Yusuf Dumdum di https://x.com/yusuf_dumdum/status/1995681290478297459 yang diposting pada Selasa, 2 Desember 2025.
Fix Praktek FEODALISME masih Melekat pd Diri sbagian Pejabat Kita.\ Presiden /Pejabat itu TUAN nya Ya Rakyat.\ Moment dan Situasi nya Sangat tdk Tepat !\ Seharusnya FOKUS ke Masalah Bencananya,gmn Pencarian Korban,Gmn ngurus Korban yg Selamat,Gmn Bangun infrastruktur yg rusak dll.
Begitu komentar seorang warganet di kolom balasan postingan tersebut melalui https://x.com/Hans_prayoga70/status/1995710448159596905.
Mereka itu tauu aja kalo Do'i suka dipuja-puji .
Tambah warganet lain dalam kolom komentar lewat https://x.com/adekmendala1/status/1995695656196026423.
Sebelumnya rekaman video pernyataan Salim Fakhry menjadi viral terkait kunjungan langsung Presiden Prabowo Subianto ke area terdampak banjir.
Bupati Aceh Tenggara itu menyampaikan aspirasinya saat mendampingi Presiden Prabowo mengecek tempat pengungsian di Kutacane Pulo Sanggar Aceh Tenggara pada Senin 1 Desember 2025.
Ia menyatakan bahwa keberadaan Presiden di sana membuktikan bahwa pilihan masyarakat Aceh terhadap Prabowo sebagai pemimpin tidak sia-sia.
Fakhry juga bercanda dengan meminta agar Prabowo bisa memegang jabatan presiden untuk selamanya.
Intinya, kehadiran Bapak sebagai pemimpin negara mengobati hati rakyat dan masyarakat Aceh Tenggara yang dulu setia memilih Bapak Presiden pada Pemilu Presiden tahun lalu.
Tidak ada presiden seperti Beliau, menyapa rakyat, menyapa masyarakat.
Insya Allah, tadi ada video dibuat Presiden, kalau bisa Pak Prabowo jadi presiden seumur hidup.
Demikian penjelasan Fakhry dalam rekaman tersebut.
Editor: 91224 R-ID Elok

