Repelita Jakarta - Pernyataan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang menyebut bantuan obat-obatan dari Malaysia untuk korban bencana di Indonesia bernilai kurang dari satu miliar rupiah memicu gelombang kritik keras dari masyarakat di platform daring.
Banyak pengguna menilai ucapan tersebut mencerminkan sikap tidak bersyukur dan kurang empati terhadap kontribusi dari negara tetangga.
Ya saya langsung mendengar ada dari Malaysia pengusaha yang ingin membantu obat-obatan. Setelah dikaji nilainya gak sampai 1 miliar. Kita punya anggaran lebih daripada itu. Jadi jangan sampai imejnya seolah mendapat bantuan dari negara lain, padahal gak seberapa, dibanding kemampuan negara kita lebih dari itu. Demikian kata Tito Karnavian dalam sebuah podcast.
Warganet Indonesia ramai-ramai meminta maaf kepada rakyat Malaysia atas pernyataan tersebut yang dinilai tidak mewakili perasaan mayoritas masyarakat.
Saudara2 Malaysia, Itu bukan suara rakyat 😭😭😭Mohon maaf, mohon maaf 🙏🏼 Bantuan dr Malaysia pasti sangat berarti utk saudara kami di Sumatra 😭😭 Tulis salah satu pengguna.
Sejumlah komentar dari pengguna Malaysia menyatakan kekecewaan mendalam atas sikap yang dianggap sombong dan tidak menghargai niat baik kemanusiaan.
Aku rakyat Malaysia cukup sakit hati mendengar .. sombong ..tak bersyukur… Ungkap seorang netizen dari negara jiran.
Pengguna lain dari Indonesia menegaskan bahwa bantuan tersebut sangat bermakna bagi korban meskipun nilainya tidak besar.
Bagimu tidak seberapa, bagi mereka sangat berarti. Demikian respons yang banyak diulang di kolom komentar.
Beberapa warga Aceh secara khusus menyampaikan rasa terima kasih atas kecepatan respons Malaysia yang menjadi salah satu pihak pertama memberikan dukungan medis saat bencana baru melanda.
Pak, kami orang Aceh sangat berterima kasih dan berterima kasih kepada Negara Malaysia yang paling awal hadir memberikan bantuan berupa obat²an pada awal mula bencana.Kami tidak memikirkan berapa Nilai dari obat2an tersebut,tapi kami menilai kepedulian Negara Malaysia terhadap kami Tulis seorang pengguna dari wilayah terdampak.
Kritik juga mengalir deras terhadap pola pikir pejabat yang cenderung mengukur segala sesuatu dari aspek finansial semata tanpa mempertimbangkan nilai kemanusiaan dan solidaritas.
Itulah kalo otaknya duit aja,,,jgn nilai dari nominalnya bro nilai dari kebermanfaatnnya. Bukannya ucapkan terima kasih atas bantuannya ini malah nyindir nominalnya. Kata seorang netizen dengan nada kesal.
VIDEO Tito]
Reaksi publik ini semakin memperkuat sorotan terhadap cara pemerintah mengomunikasikan penanganan bencana yang dinilai kurang sensitif terhadap perasaan masyarakat serta hubungan baik dengan negara tetangga.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

