Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

"Tamparan" dari Negeri Jiran, Malaysia Ungguli Indonesia di Literasi: Toko Buku Megah vs Bankrut di Tanah Air

 

Repelita Jakarta - Perdebatan di dunia maya kembali ramai membahas perbedaan tingkat kemampuan membaca serta pengetahuan antara Indonesia dan Malaysia berdasarkan data estimasi tahun 2025.

Sebuah tabel perbandingan yang beredar luas menampilkan beberapa indikator utama dari sumber resmi seperti World Bank, OECD PISA, serta publikasi BPS.

Skor kemampuan membaca dalam tes PISA menunjukkan Indonesia pada angka 359 sementara Malaysia mencapai 388.

Peringkat pengetahuan global menempatkan Indonesia di posisi 87 dan Malaysia di urutan 51.

Tingkat kemampuan digital masyarakat Indonesia diperkirakan sekitar 62 persen sedangkan Malaysia mendekati 70 persen.

Dalam ranking kemampuan membaca se-ASEAN, Indonesia berada di posisi keenam dan Malaysia di peringkat keempat.

Data ini memicu berbagai respons dari warganet yang membagikan pengalaman pribadi tentang toko buku di Malaysia.

Seorang pengguna dengan akun nilsie93 memposting foto toko buku Tsutaya di Bukit Jalil sambil menyebutnya sebagai favorit pribadi.

“Tsutaya Bookstore di Bukit Jalil, my fav one,” tulisnya.

Pengguna doodlebyjuno mengomentari kenyamanan toko buku di Kuala Lumpur dengan fasilitas lengkap seperti tempat duduk, makan, serta kafe.

Ia juga menyebutkan adanya voucher belanja buku gratis bagi siswa dan mahasiswa serta kemudahan potongan pajak untuk ekspatriat.

“Bisa duduk, makan, lesehan, ada kafe nya juga beberapa pula. Enak bgt emang toko buku di KL. Fyi kak, pemerintah di sini tiap tahun kasih voucher buat beli buku gratis buat siswa/mahasiswa senilai 100rm. Buat expat kayak saya, kalau beli buku, nota nya bisa direedem buat potongan pajak jadi effort pemerintah sini emang segede itu,” tulisnya.

Akun hrsprahara mempertanyakan mengapa toko buku di Kuala Lumpur begitu megah dan estetis.

Ia menduga hal itu berkaitan dengan tingkat minat baca yang lebih tinggi di sana.

“Kenapa toko buku di KL besar-besar banget ya, dan lebih mantap lagi..Totalitas gitu sampai dibuat estetik. Apakah memang tingkat literasi di sini sertinggi itukah…?” tulisnya.

Sementara akun alpinthor membandingkan keramaian pameran buku di Kuala Lumpur dengan kondisi di Indonesia yang sering sepi.

Ia merekomendasikan toko buku baru seperti BookXcess di Sunway Square Mall yang buka 24 jam lengkap dengan kafe dan pemandangan danau.

“Ya, kalo dibanding warga kita jauh sih, di KL tiap pameran buku selalu rame, seneng liatnya. Di kita toko gunung agung aja bankrut kan. Anyway coba main ke BookXcess yang baru di Sunway Square Mall, 24 jam + cafe dan danau best banget. Satu lagi, toko buku di Indonesia kebanyakan dah ditranslate, paling yg terkenal Periplus yg inggris itu juga mahal,” tulisnya.

Perdebatan ini mencerminkan keprihatinan atas budaya membaca di Indonesia yang masih tertinggal dibandingkan negara tetangga.

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved