Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Penelitian Roy Suryo-Rismon-Tifa Soal Ijazah Jokowi Ilmiah Sah, Narasi Maaf Jokowi Dinilai Aneh dan Playing Victim

 Akademisi Ridho Rahmadi Sebut Analisis Rismon Soal Ijazah Jokowi Sulit Dibantah, Kenapa? - Poros Jakarta - Halaman 2

Repelita Jakarta - Sejumlah akademisi dan pengamat menyatakan bahwa penelitian pakar digital forensik Rismon Sianipar, pakar telematika Roy Suryo, serta ahli epidemiologi Dr Tifa mengenai polemik ijazah mantan Presiden Joko Widodo merupakan karya ilmiah yang sah dan tidak dapat dibantah secara ilmiah.

Penelitian tersebut bahkan telah dibukukan sebagai hasil kajian mendalam.

Akademisi Dr Ing H Ridho Rahmadi menegaskan bahwa analisis neuropolitik Dr Tifa adalah karya ilmiah yang valid dan bukan tindakan melanggar hukum.

Kajian itu mengintegrasikan neurosains, psikologi kognitif, pemikiran kritis, serta forensik dokumen.

Dr Tifa menganalisis lebih dari 35 potongan wawancara untuk mengidentifikasi pola kognitif serta konsistensi memori autobiografis.

“Dia melihat pola kognitif, delay kognitif, hipokampus menyediakan memori autobiografis,” jelas Ridho.

Ia menolak tuduhan bahwa penelitian ini hanya berupa fitnah tanpa dasar.

“Ini karya ilmiah, untuk membantah harus dengan karya ilmiah juga, bukan kriminalisasi,” tegasnya.

Sementara itu, pengacara Ahmad Khozinudin mengkritik pernyataan mantan Presiden Joko Widodo melalui relawan Barisan Relawan Jalan Perubahan yang mengklaim memaafkan 12 terlapor kecuali tiga orang terkait isu ijazah Universitas Gadjah Mada.

Khozinudin menilai narasi pemaafan tersebut terkesan sangat aneh dan merupakan strategi membangun citra korban.

“Sebenarnya, ungkapan 'Jokowi memaafkan' itu terdengar sangat aneh. Terlihat sekali, Jokowi sedang playing victim," ujar Khozinudin pada Selasa (30/12/2025).

"Jokowi memaafkan, siapa yang minta maaf?" tambahnya.

Menurut Khozinudin, upaya ini bertujuan menciptakan kesan mediasi dalam kasus tersebut.

Strategi tersebut mencakup penggunaan aktivis berbayar untuk membangun rekonsiliasi hingga memecah solidaritas para terlapor agar sebagian memohon maaf langsung.

"Roy Suryo cs tetap konsisten. Pasca diperlihatkan ijazah saat gelar perkara khusus, Roy Suryo cs tetap menyimpulkan ijazah Jokowi palsu," ungkap Khozinudin.

Setelah penampilan ijazah yang dianggap sebagai pengelabuan, narasi segera dibangun seolah dokumen telah terbukti asli.

Seolah para pengkritik telah salah dan wajib meminta maaf.

"Dibuatlah framing, Jokowi memaafkan. Seolah seorang ksatria dan negarawan. Padahal, penipu, pengecut, dan pengkhianat," tutup Khozinudin.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved