Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyatakan angka tersebut naik lima orang dari hari sebelumnya yang tercatat 990 jiwa.
Pada Jumat, 12 Desember 2025, jumlah total korban meninggal dunia di tiga provinsi ini bertambah 5, dari 990 jiwa kemarin, 11 Desember, saat ini rekapitulasi kami menunjukkan angka 995 jiwa total meninggal dunia di 3 provinsi, jelas Abdul Muhari.
Penambahan korban tewas terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang sama-sama terdampak bencana hidrometeorologi sejak akhir November lalu.
BNPB saat ini tengah melakukan verifikasi ulang data korban karena sebagian jenazah yang ditemukan ternyata berasal dari makam yang terdampak banjir sehingga sempat tercatat sebagai korban bencana.
Cakupan luas daerah terdampak itu sangat besar dan di beberapa tempat berdampak itu di area pemakaman, di area pekuburan. Kami menerima informasi dari 3 kabupaten ada jumlah jasad yang sebelumnya dihitung sebagai jasad yang ditemukan pascabencana, ungkapnya.
Ketika dikonfirmasi menurut catatan sipil, by name, by address yang saat ini dilakukan oleh kecamatan, ini merupakan nama yang sudah meninggal sebelum terjadinya bencana, tambah Abdul Muhari.
Sementara itu, jumlah warga yang dinyatakan hilang bertambah empat orang menjadi 226 jiwa, dengan penambahan laporan terbaru dari Provinsi Aceh.
Jumlah pengungsi tetap stabil di angka 884.889 orang yang tersebar di ratusan titik pengungsian di ketiga provinsi.
Pengungsi ini tidak berubah, sebanyak 884.889 jiwa. Ini yang terus kita dorong logistik dan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan dasar lainnya, tegasnya.
Proses pendataan dan verifikasi masih terus berlangsung mengingat luasnya wilayah terdampak serta kondisi medan yang sulit dijangkau.(.)
Editor: 91224 R-ID Elok

