
Repelita Jakarta - Aktor Fedi Nuril kembali menyuarakan kritik pedasnya terhadap kebijakan pemerintahan di bawah Presiden Prabowo Subianto. Kali ini, ia mengungkit pernyataan lama sang presiden mengenai pentingnya sistem meritokrasi yang berbasis pada kemampuan dan prestasi nyata.
Lewat postingan di akun X-nya pada 1 Desember 2025, Fedi Nuril menyoroti ketidaksesuaian antara janji tersebut dengan realitas penunjukan pejabat. Dalam unggahannya di @realfedinuril , ia menyatakan secara tegas: Gue masih ingat kata2 @prabowo tentang, “kita harus menuju ke arah merit (kemampuan) system. Prestasi!” Tapi, @RajaJuliAntoni ini tidak ada pendidikan dan pengalaman di bidang kehutanan waktu diangkat jadi Menteri. Sulit dipercaya.
Kritik ini langsung menyasar Raja Juli Antoni yang baru saja dilantik sebagai Menteri Kehutanan. Menurut Fedi, keputusan tersebut bertentangan dengan prinsip merit system karena latar belakang Raja Juli tidak memiliki kaitan langsung dengan sektor kehutanan, baik dari segi pendidikan maupun pengalaman kerja sebelumnya.
Dalam balasan lanjutannya, Fedi juga merujuk survei dari Indikator Politik Indonesia yang menunjukkan kinerja Kementerian Kehutanan tidak termasuk dalam 10 besar kementerian berprestasi selama satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Ia bahkan menyarankan agar menteri tersebut diganti untuk meningkatkan performa.
Unggahan ini muncul di tengah isu banjir beruntun di Sumatera yang memicu janji evaluasi tata kelola hutan dari Raja Juli, sebagaimana dilaporkan media. Respons publik terhadap kritik Fedi pun beragam, dengan banyak netizen yang mendukung tuntutan transparansi dalam penunjukan jabatan publik.
Editor: 91224 R-ID Elok

