
Repelita Yogyakarta - Guru Besar Ilmu Politik dan Pemerintahan Fisipol Universitas Gadjah Mada Prof Dr Tadjuddin Noer Effendi mengapresiasi kebijakan tegas Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam membendung masuknya pakaian bekas ilegal sebagai pemicu penurunan angka pemutusan hubungan kerja pada 22 November 2025.
Belakangan ini justru dengan adanya gebrakan dari Menteri Keuangan yang melarang masuknya pakaian bekas dan sebagainya itu sudah mulai menurun. Malah sekarang sudah mulai terjadi titik balik terutama di UMKM tekstil.
Prof Tadjuddin menjelaskan meski pertumbuhan ekonomi masih dalam skala terbatas namun sudah terlihat peningkatan penyerapan tenaga kerja di sektor usaha kecil menengah.
Langkah pengetatan impor disertai penguatan pengawasan bea cukai serta pembatasan barang tertentu menjadi faktor kunci pemulihan industri dalam negeri.
Dan juga ada dorongan untuk UMKM lewat pemberian kredit melalui perbankan dengan dana stimulus Rp 200 triliun itu harapan dia untuk berkembang. Tidak boleh diberikan kredit itu kepada konglomerat.
Arahnya sekarang sudah relatif mulai bagus perkembangan ekonomi karena selama ini yang menjadi ladang korupsi mulai diberhentikan dengan adanya kebijakan-kebijakan Menteri Keuangan.
Sebelumnya banyak perusahaan kesulitan akses kredit daya beli masyarakat rendah serta produksi menurun sehingga memicu gelombang PHK massal.
Dengan perbaikan kondisi tersebut target pertumbuhan ekonomi enam persen pada 2026 diyakini mampu menciptakan lapangan kerja baru secara signifikan.
Kalau 6 persen itu berarti dikasih positif terhadap penciptaan lapangan kerja.
Intinya sekarang ini tren perkembangan ekonomi kita itu mulai bergerak. Belum secara cepat tetapi mulai bergerak karena dengan adanya pengetatan maupun kontrol yang dilakukan oleh Menteri Keuangan.
Saya enggak peduli dengan bisnis thrifting yang saya kendalikan adalah barang ilegal yang masuk ke Indonesia. Saya akan membersihkan Indonesia dari barang-barang ilegal yang masuknya ilegal.
Editor: 91224 R-ID Elok

