Koordinasi intensif tengah berlangsung antara Kementerian Keuangan dengan Badan Pengelola Investasi Danantara selaku pemegang saham mayoritas PT Kereta Cepat Indonesia China.
Situasi keuangan perusahaan patungan yang semakin tertekan mendorong rencana kunjungan khusus ke Beijing dalam waktu dekat.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa masih mempertimbangkan undangan dari CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani untuk ikut dalam delegasi negosiasi restrukturisasi utang.
Saya belum tahu dibawa (ikut) apa tidak.
Tapi kalau memang kita harus terlibat, saya mau lihat dulu skemanya seperti apa, ujar Purbaya di Kemenko Perekonomian pada Rabu tanggal 26 November 2025.
Purbaya menegaskan bahwa hingga saat ini dirinya belum terlibat dalam penyusunan detail proposal yang akan dibawa ke pihak China.
Tanggung jawab penyusunan skema sepenuhnya berada di tangan Danantara sebagai pengelola aset strategis negara.
Cuma gini kita ada kebijakan pimpinan di atas, belum putuskan juga.
Sepertinya kita memang akan cenderung membayar ke jalannya infrastrukturnya, tambah Purbaya pada Jumat 14 November 2025.
Pemerintah berupaya maksimal agar penyelesaian utang tidak menambah beban fiskal yang tidak diperlukan.
Pada Oktober lalu, Purbaya secara tegas menolak penggunaan APBN untuk menutup kewajiban pembayaran proyek tersebut.
Dulu kan semuanya pemerintah yang (menanggung).
Tapi ketika sudah dipisahkan dan seluruh dividen masuk ke Danantara, Danantara cukup mampu untuk membayar itu, katanya di Kantor Pusat Ditjen Pajak pada 15 Oktober 2025.
Pengalihan seluruh dividen BUMN ke Danantara menyebabkan negara kehilangan penerimaan bukan pajak sekitar 80 triliun rupiah setiap tahun.
Realisasi PNBP 2025 pun terancam hanya mencapai 92,9 persen dari target yang ditetapkan dalam APBN.
Kalau saya mending gak bayar.
Rosan Perkasa Roeslani mengonfirmasi komunikasi dengan Kemenkeu berlangsung hampir setiap hari.
Kita komunikasi terus dengan beliau, dengan Pak Purbaya, ungkap Rosan usai Kompas100 CEO Forum di ICE BSD pada Rabu 26 November 2025.
Keberangkatan delegasi utama baru akan dilakukan setelah seluruh elemen pemerintah menyepakati isi proposal negosiasi.
Tim teknis telah terlebih dahulu diberangkatkan ke China untuk melakukan koordinasi pendahuluan.
Nanti gong-nya mungkin saya dengan Pak Purbaya.
Rosan menyatakan semua pihak berharap proses pembahasan dapat dipercepat tanpa mengorbankan kepentingan nasional.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

