Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Korban Melonjak di Tiga Provinsi, Bencana Besar Sumatera Picu Operasi Darurat Nasional

 

Repelita Medan - Bencana alam berupa banjir bandang dan longsor yang menerjang wilayah Aceh, Sumatera Barat, serta Sumatera Utara sejak akhir pekan lalu terus menimbulkan korban jiwa yang bertambah, dengan total 104 orang meninggal dunia hingga Jumat 28 November 2025 berdasarkan data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Sumatera Utara menjadi provinsi dengan jumlah korban tertinggi yakni 62 jiwa, diikuti Sumatera Barat dengan 22 korban, sementara Aceh mencatat tiga orang meninggal.

Di Sumatera Barat, Tim Dokter Forensik Kepolisian Daerah Sumatera Barat berhasil mengidentifikasi 20 dari 22 jenazah korban hingga Kamis 27 November 2025, dengan dua jenazah lainnya masih dalam proses verifikasi.

Proses identifikasi dilakukan di berbagai posko mulai pagi hingga malam hari, termasuk di Rumah Sakit Bhayangkara Padang, Rumah Sakit Umum Daerah dr Rasyidin Padang, Posko Dokter Forensik Bukittinggi, Posko Dokter Forensik Padang Pariaman, serta Posko Dokter Forensik Pasaman Barat.

Total korban meninggal yang masuk data Dokter Forensik sebanyak 22 orang, 20 di antaranya berhasil teridentifikasi. Dua korban lainnya masih dalam proses identifikasi, kata Kasubdirektorat Dokumentasi dan Politik Bidang Kesehatan Kepolisian Daerah Sumatera Barat dr Eka Purnama Sari kepada wartawan.

Dari identifikasi di Padang, jenazah Najwa Putri Andira berusia dua setengah bulan dari Perumahan ABI dan Mardalena berusia 65 tahun dari Komplek ABI berhasil dikenali.

Di Posko Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Padang, enam jenazah terverifikasi melalui sidik jari meliputi Yerna Wilis berusia 57 tahun dari Padang, Selvi Marta Putri 20 tahun dari Solok, Agung Purnomo 35 tahun dari Bukittinggi, Reki Saputra 38 tahun dari Tanah Datar, Robby Handaryo 41 tahun dari Tanah Datar, serta Junimar 52 tahun dari Padang Panjang.

Sementara di Rumah Sakit Umum Daerah dr Rasyidin, tiga jenazah diidentifikasi melalui data keluarga sebagai Roni Syaputra berusia 42 tahun, Syamsul Kamaruddin 72 tahun, dan Aidil Putra 13 tahun.

Di Bukittinggi, delapan korban dari Jorong Toboh Malalak Timur Agam semuanya telah terverifikasi identitasnya.

Korban dari Padang Pariaman adalah Evi Yulia Susanti berusia 52 tahun, sedangkan di Pasaman Barat Roki Hidayat seorang pelajar berusia 13 tahun dari Ranah Batahan.

Selain korban meninggal, lima warga masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah dr Rasyidin, sementara sembilan orang lainnya dinyatakan hilang terutama dari Malalak Timur dan Palupuah Agam.

Di Sumatera Utara, laporan Polisi Daerah Sumatera Utara hingga tengah malam mencatat 62 orang tewas, 65 warga hilang, 13 mengalami luka berat, serta 82 lainnya luka ringan.

Sebanyak 62 orang meninggal dunia, luka berat 13, luka ringan 82. Kemudian dalam pencarian 65 orang, kata Kepala Bagian Humas Polisi Daerah Sumatera Utara Kombes Ferry Walintukan.

Bencana sejak 24 hingga 27 November 2025 berdampak di sekitar 20 kabupaten dan kota, dengan Polisi Daerah Sumatera Utara mencatat 367 kejadian mulai banjir, longsor, hingga pohon roboh, serta 9.845 pengungsi.

Di Aceh, tiga korban jiwa dilaporkan yakni Muzammil berusia 30 tahun dari Matangkuli yang tersengat listrik, Afdalil 27 tahun dari Jrat Manyang terseret arus di persawahan, serta seorang warga Bener Meriah akibat rumahnya diterjang banjir.

Banjir besar di Aceh Utara merendam ratusan desa di 18 kecamatan akibat curah hujan tinggi dan tanggul jebol, dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah mencatat 4.451 warga terdampak dan 3.507 mengungsi di 16 titik.

Bupati Aceh Utara H Ismail A Jalil MM memerintahkan evakuasi segera serta pengiriman tenaga medis, alat berat, dan logistik darurat.

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pengiriman bantuan ke ketiga provinsi, dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menyatakan kebutuhan mendesak seperti alat komunikasi, perahu karet, dan genset listrik langsung dikirim melalui Lanud Halim Perdanakusuma.

Yang dikirim hari ini atas perintah Bapak Presiden adalah kebutuhan yang sangat mendesak, seperti alat komunikasi, perahu karet, genset listrik, ujarnya.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat turut dikerahkan untuk memperbaiki jalan yang putus akibat longsor.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menambahkan bahwa bantuan diangkut menggunakan tiga pesawat Hercules dan satu pesawat A-400 ke Padang, Silangit, Banda Aceh, serta Lhokseumawe.

Bantuan mencakup 150 tenda darurat, 64 perahu karet, puluhan genset, serta sekitar 100 alat komunikasi.

Berapa hari lalu sampai dengan hari ini juga bantuan terus menuju ke sana, kata Teddy.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved