Repelita Jakarta - Polemik kepemilikan puluhan unit dapur program Makan Bergizi Gratis oleh Yasika Aulia Ramadhani, putri Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan dari Fraksi Gerindra Yasir Machmud, langsung memantik reaksi keras dari petinggi partai berlambang garuda tersebut.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dengan tegas menyatakan akan segera menertibkan temuan tersebut setelah disorot publik melalui media sosial.
Sorotan tajam bermula dari unggahan Muhammad Said Didu, mantan Sekretaris Kementerian BUMN, di akun X yang menyindir praktik keserakahan yang sedang digencarkan pemberantasannya oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Woowwww. Inikah praktek awal Serakahnomic? Setahu saya Bpk Presiden @prabowo yg juga pimpinan Partai Bapak pengelola 41 dapur tersebut (wakil Ketua DPRD Sulsel) sedang memberantas Serakahnomic," tulis Said Didu melalui akun @msaid_didu pada Kamis (20/11).
Unggahan itu langsung dibalas Dasco melalui akun @bang_dasco dengan pernyataan singkat namun penuh makna.
"Kita tertibkan," jawab Dasco.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang mengonfirmasi kebenaran informasi setelah melakukan verifikasi internal.
Menurutnya, kepemilikan empat puluh satu dapur dilakukan melalui skema penggunaan banyak nama yayasan berbeda untuk menghindari batas maksimal sepuluh unit per entitas.
"Dengan nama yayasan yang berbeda-beda," kata Nanik.
Badan Gizi Nasional berjanji akan melakukan audit menyeluruh terhadap semua unit yang dikelola Yasika dan siap melakukan redistribusi jika ada yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Jika terdapat dapur yang tidak optimal, unit tersebut akan dialihkan ke mitra lain untuk memastikan program berjalan merata sesuai aturan.
Yasika yang merupakan anak pasangan Yasir Machmud dan Andi Tenri Engka mengelola empat puluh satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi melalui yayasannya.
Unit-unit tersebut tersebar dengan enam belas di Makassar, tiga di Parepare, dua di Gowa, serta sepuluh unit baru di Kabupaten Bone.
Beberapa dapur tambahan masih dalam proses penyelesaian di berbagai kecamatan di Bone.
Data tersebut diungkap Yasika saat meresmikan salah satu unit di Jalan Merdeka, Kelurahan Manurunge, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone pada Jumat (14/11/2025).
"Sejak 6 Januari 2025, kami memulai dari Makassar sebagai pelopor makanan bergizi di Sulsel, melalui Asta Cita MBG kami ingin mempercepat pemenuhan gizi anak bangsa," ucap Yasika.
Dari puluhan unit yang sudah aktif, setidaknya delapan ratus lima puluh orang telah terserap sebagai tenaga kerja lokal.
Program ini juga diklaim mendorong roda ekonomi masyarakat karena bahan baku sepenuhnya bersumber dari petani, peternak, dan pekebun di sekitar.
Penerima manfaat yang sudah tercatat mencapai enam puluh ribu orang di berbagai wilayah Sulawesi Selatan.
Editor: 91224 R-ID Elok

