
Repelita Morowali - Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen (Purn) Susno Duadji menyoroti beragam ketidakberesan yang menyelimuti PT Indonesia Morowali Industrial Park di Sulawesi Tengah, yang menurutnya tidak terbatas pada dugaan fasilitas penerbangan khusus ilegal saja melainkan melibatkan berbagai pelanggaran lain yang memerlukan pengungkapan penuh kepada masyarakat.
Susno Duadji menekankan bahwa rangkaian isu di kawasan industri pengolahan nikel tersebut sudah menumpuk dan harus diusut secara menyeluruh tanpa ada yang ditutup-tutupi.
PT IMIP banyak sekali masalah. Bandara ilegal, selundupkan nikel, dan lain-lain, tulis Susno Duadji melalui akun X @susno2g pada Kamis 27 November 2025.
Ia juga mengingatkan insiden penyergapan kapal pengangkut komoditas nikel ilegal oleh KRI Bung Hatta yang diduga terkait dengan aktivitas perusahaan tersebut.
Susno Duadji mendesak agar identitas pemilik sebenarnya dari PT IMIP diungkap secara terbuka agar publik dapat menilai tanggung jawab pihak-pihak terkait.
Siapa sih pemilik PT IMIP? Jangan-jangan bapak itu, bongkar ke publik, tandasnya.
Menurutnya, segala dugaan penyimpangan yang muncul harus diselidiki hingga tuntas dengan penjelasan rinci agar masyarakat memahami siapa yang seharusnya bertanggung jawab atas kerugian negara.
Perusahaan yang didirikan sejak 19 September 2013 dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 29 Mei 2015 itu merupakan kolaborasi antara Bintang Delapan Group milik Indonesia dengan Tsingshan Steel Group asal Tiongkok.
Shanghai Decent Investment (Group) menguasai saham terbesar sebesar 49,69 persen, diikuti PT Sulawesi Mining Investment dengan 25 persen serta PT Bintang Delapan Investama 25,31 persen.
Kawasan seluas sekitar 2000 hektare ini didukung infrastruktur lengkap seperti pelabuhan laut, pembangkit listrik tenaga batu bara, serta pabrik-pabrik pengolahan mangan, silikon, dan kapur untuk mendukung operasional hilirisasi nikel.
Editor: 91224 R-ID Elok

