
Repelita Seoul - Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, menghadapi tuduhan melakukan kekerasan fisik dan verbal terhadap anak asuhnya.
Tuduhan muncul menyusul pemecatan Shin Tae-yong oleh klub kasta teratas Liga Korea Selatan, Ulsan HD, beberapa waktu lalu.
Shin dituding melakukan kekerasan fisik dan verbal kepada pemain, serta dituduh bermain golf saat seharusnya bekerja.
Karier kepelatihan Shin Tae-yong bersama Ulsan HD tidak berlangsung lama karena ia dipecat dua bulan setelah penunjukkan.
Muncul tudingan bahwa pelatih berusia 55 tahun itu tidak akur dengan pemain senior Ulsan HD dan melakukan kekerasan.
Ia juga disebut gemar bermain golf di setiap pertandingan tandang Ulsan HD, dengan bukti foto yang tersebar di media sosial.
Meski begitu, Shin Tae-yong membantah keras tudingan tersebut.
Sama sekali tidak benar, foto tersebut diambil pada akhir Agustus saat tim bertanding di Seoul, kata Shin Tae-yong di KBS.
Saya tidak punya alasan bermain golf di Ulsan, jadi saya menaruh tas golf di bus tim untuk dikirim ke rumah saya di Seongnam, tambahnya.
Mengenai tuduhan kekerasan fisik, pelatih asal Korea Selatan itu menegaskan filosofi kepemimpinannya saat menukangi Timnas Indonesia.
Filosofi sepak bola saya adalah saya tidak mengumpat atau menyerang pemain. Gaya saya disebut kepemimpinan ala kakak, ungkapnya.
Bahkan di Indonesia, saya suka menggoda dan bercanda dengan pemain yang bahkan tidak saya kenal sehingga menjadi dekat, tambahnya.
Lalu mereka melempat saya ke air. Selalu seperti itu, di Ulsan saya mengakui menggoda beberapa pemain, lanjut Shin.
Ketika kami pertama kali tiba karena semua agak canggung, saya mengakui saat wawancara dengan klub, jelasnya.
Untuk lebih dekat dengan mereka, saya akan mengatakan hal-hal seperti hei, dasar brengsek, dan bahkan menarik telinga mereka, pungkasnya. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok

