Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Netanyahu Tetap Tutup Perlintasan Rafah Hingga Penyerahan Jenazah Sandera oleh Hamas

 Israel Tutup Perbatasan Rafah usai Tuding Hamas Ingkari Gencatan Senjata

Repelita Jakarta - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa perlintasan perbatasan Rafah antara Gaza dan Mesir akan tetap ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Keputusan pembukaan kembali perlintasan tersebut akan bergantung pada penyerahan jenazah para sandera oleh Hamas.

Pernyataan Netanyahu disampaikan tak lama setelah Kedutaan Besar Palestina di Mesir mengumumkan bahwa perlintasan Rafah, sebagai pintu gerbang utama bagi warga Gaza untuk masuk dan keluar wilayah tersebut, dijadwalkan dibuka kembali pada hari Senin untuk akses ke Gaza.

Selama beberapa hari terakhir, pemerintah Israel dan Hamas saling tuding atas dugaan pelanggaran gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat.

Departemen Luar Negeri AS menyampaikan telah menerima laporan kredibel mengenai potensi pelanggaran gencatan senjata oleh Hamas terhadap warga Gaza.

Serangan yang direncanakan terhadap warga sipil Palestina disebut Departemen Luar Negeri AS sebagai pelanggaran langsung dan berat terhadap perjanjian gencatan senjata.

Dalam pernyataannya, Departemen Luar Negeri menegaskan bahwa jika Hamas melanjutkan serangan tersebut, langkah-langkah akan diambil untuk melindungi rakyat Gaza dan menjaga integritas gencatan senjata.

Sementara itu, Hamas membantah tuduhan pelanggaran gencatan senjata dan menuduh otoritas Israel membentuk, mempersenjatai, serta mendanai geng kriminal yang melakukan pembunuhan, penculikan, dan penjarahan.

Kelompok militan Palestina menegaskan bahwa pasukan polisi di Gaza sedang menindak geng-geng tersebut untuk meminta pertanggungjawaban mereka.

Hamas juga menyerukan kepada pemerintah AS agar tidak mengulang narasi yang dianggap menyesatkan terkait pendudukan.

Kelompok tersebut menilai keputusan Netanyahu menutup perlintasan Rafah merupakan pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata dan menolak komitmen yang telah dibuat dengan mediator serta pihak penjamin.

Hamas menekankan bahwa penutupan Rafah yang berkelanjutan akan menghambat masuknya peralatan untuk mencari jenazah sandera dan menunda proses pemulihan serta penyerahan jenazah.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan kemungkinan mengizinkan pasukan Israel melanjutkan operasi militer di Gaza jika Hamas gagal memenuhi kesepakatan gencatan senjata.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved