
Repelita Jakarta - Media Belanda menyoroti karier kepelatihan Patrick Kluivert yang dinilai tidak sukses, menyusul pemecatannya oleh PSSI.
Keputusan PSSI memecat Kluivert diambil setelah Timnas Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia 2026, meski sempat melaju hingga ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Nama Patrick Kluivert sebelumnya ditunjuk menggantikan Shin Tae-yong pada Januari 2025 saat skuad Garuda tengah berjuang meraih tiket ke putaran final Piala Dunia.
Di fase ronde keempat, Timnas Indonesia menelan kekalahan dari Arab Saudi dan Irak, yang menjadi faktor utama pemecatan Kluivert beserta staf kepelatihannya.
Voetbal Flitsen, media Belanda, menulis bahwa karier kepelatihan Kluivert tidak sepenuhnya berhasil meski ia pernah menjadi asisten Louis van Gaal di Piala Dunia 2014 saat Belanda finis di peringkat tiga.
Selain itu, pengalaman Kluivert menjadi pelatih Curacao juga berlangsung singkat tanpa prestasi signifikan.
Sebagai pemain, Kluivert memang memiliki prestasi baik bersama klub maupun timnas Belanda, namun hal tersebut tidak tercermin dalam karier kepelatihannya.
Media Belanda menilai rekam jejak kepelatihan Kluivert menjadi faktor yang memperkuat kritik terhadap pemilihan dirinya sebagai pelatih Timnas Indonesia.
PSSI kini tengah mencari sosok baru yang diharapkan mampu membawa Timnas Indonesia ke level lebih tinggi dan memperbaiki posisi di peringkat FIFA.
Langkah ini juga dimaksudkan untuk mempersiapkan tim menghadapi kompetisi internasional mendatang. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok

