Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

[HEBOH] Yel-Yel Pemakzulan Gibran Menggema Saat Roy Suryo Cs Datangi Kemendikdasmen


 Repelita Jakarta - Suasana di Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jakarta Pusat, Kamis (16/10/2025) sore, memanas ketika Roy Suryo bersama rombongan mendatangi lokasi untuk menuntut pencabutan surat keputusan penyetaraan ijazah SMA milik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Rombongan Roy Suryo yang tiba di halaman kantor Kemendikdasmen sempat bersitegang dengan petugas keamanan yang tidak mengizinkan seluruh anggota rombongan masuk ke dalam gedung. Dalam rombongan tersebut turut hadir ahli digital forensik Rismon Sianipar dan advokat Kurnia Tri Royani.

Beberapa pendukung Roy yang didominasi emak-emak tampak berupaya menembus penjagaan sambil meneriakkan yel-yel yang berisi desakan pemakzulan terhadap Wapres Gibran. Mereka berseru dengan semangat, “Makzul, makzul, makzulkan Gibran sekarang juga,” sambil mengibarkan tangan ke udara di depan gerbang utama Kemendikdasmen.

Petugas keamanan yang berjaga tetap bersikap tegas dan meminta agar hanya perwakilan dari rombongan yang diperbolehkan masuk untuk berdialog. Setelah melakukan lobi, akhirnya Roy Suryo, Rismon Sianipar, dr Tifa, dan kuasa hukum Jahmada Girsang diperbolehkan memasuki gedung Kemendikdasmen.

Sebelum masuk, Roy menjelaskan bahwa kedatangannya bertujuan mempertanyakan dasar hukum surat keterangan penyetaraan ijazah Gibran yang diterbitkan pada 6 Agustus 2019. Menurutnya, surat tersebut tidak memenuhi ketentuan formal dan seharusnya berbentuk surat keputusan yang disertai pertimbangan hukum.

Roy menegaskan, dari hasil telaahnya, Gibran hanya memiliki dua salinan rapor untuk kelas 10 dan 11 SMA, sementara rapor kelas 12 yang menjadi syarat penyetaraan tidak ditemukan. Ia menduga penyetaraan dilakukan dengan mengacu pada program di UTS Insearch, Sydney, Australia, yang menurutnya bukan lembaga pendidikan formal setingkat SMA melainkan lembaga kursus atau matrikulasi.

Roy juga mengklaim bahwa masa belajar Gibran di UTS hanya berlangsung enam bulan dan tidak menyelesaikan program secara penuh. Ia menilai hal itu menjadi alasan kuat untuk mempertanyakan keabsahan penyetaraan ijazah tersebut dan mendesak Kemendikdasmen mencabut surat keterangan dimaksud.

“Kalau suratnya dicabut, otomatis syarat administratif untuk jabatan wakil presiden gugur, dan konsekuensinya Gibran harus dimakzulkan,” ujar Roy Suryo di hadapan awak media setelah keluar dari gedung Kemendikdasmen.

Aksi Roy Suryo Cs itu pun menyedot perhatian masyarakat sekitar dan pengguna jalan yang melintas, sementara suasana di lokasi terus dijaga aparat keamanan untuk mencegah situasi menjadi ricuh.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved