Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Diserang Netizen Gara-gara Jokowi Bungkam Soal Whoosh, PSI Balas dengan Santai: Beliau Orangtua Bagi Kader

 

Repelita Jakarta - Mantan Presiden Joko Widodo menjadi sorotan publik setelah memilih diam saat ditanya mengenai proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh yang kini tengah menuai polemik.

Sikap bungkam Jokowi itu kemudian memicu berbagai komentar dari masyarakat, termasuk dari kalangan politik yang menyinggung peran dan tanggung jawabnya dalam proyek tersebut.

Peristiwa itu terjadi usai Jokowi menghadiri acara Dies Natalis ke-62 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta pada Jumat, 17 Oktober 2025.

Saat ditanya awak media mengenai utang proyek Whoosh yang disebut tidak akan ditanggung oleh APBN, Jokowi hanya tersenyum dan enggan memberikan pernyataan.

Dalam kesempatan itu, Jokowi didampingi oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.

Momen tersebut kemudian menjadi sorotan luas di media sosial.

Salah satu komentar yang ramai diperbincangkan datang dari akun X @Battou_King pada 18 Oktober 2025.

Akun tersebut menandai Ketua Direktorat Diseminasi Informasi dan Sosial Media DPP PSI, Dian Sandi Utama, sembari menyinggung peran Jokowi dalam proyek Whoosh.

Akun itu menulis: Bro, pembinamu kok diam saat ditanya whoosh? yang kamu kemarin bilang opung bakal restrukturisasi jadi? padahal pembinamu itu dewan pengarah toh?

Menanggapi komentar tersebut, Dian Sandi Utama kemudian memberikan penjelasan di platform X pada hari yang sama.

Ia menegaskan bahwa hingga kini belum ada pengumuman resmi mengenai siapa sosok berinisial J yang disebut sebagai pembina PSI.

Menurut Dian, keliru jika publik langsung mengaitkan nama Jokowi dengan posisi pembina dalam struktur partai.

Dian menambahkan, bagi kader PSI, sosok Jokowi bukanlah pembina partai secara formal.

Ia menegaskan bahwa Jokowi lebih dipandang sebagai panutan politik dan figur moral bagi kader partai.

“Pak Jokowi bukan pembina PSI, beliau orangtua, guru, dan panutan bagi kader-kader PSI,” ujar Dian.

Lebih lanjut, Dian menjelaskan bahwa PSI tidak akan terjebak pada perdebatan yang bersifat personal atau emosional.

Menurutnya, PSI tetap fokus pada agenda politik ke depan dan menghormati segala pandangan masyarakat terhadap hubungan partai dengan Jokowi.

“Kami tetap menghormati pandangan masyarakat, tapi yang pasti hubungan PSI dengan Pak Jokowi bersifat moral, bukan struktural,” katanya.

Sebelumnya, Luhut Binsar Pandjaitan juga sempat angkat bicara mengenai polemik proyek Whoosh.

Ia menegaskan bahwa tidak ada permintaan penggunaan dana APBN untuk menutup kewajiban proyek tersebut.

Luhut menjelaskan bahwa proyek itu hanya membutuhkan restrukturisasi pembiayaan yang sudah disepakati bersama pihak Tiongkok.

Ia mengungkapkan bahwa proses restrukturisasi sempat tertunda akibat pergantian pemerintahan, namun pihak Tiongkok sudah bersedia melanjutkan pembahasan.

“Cina sudah bersedia, tinggal menunggu kepres supaya timnya bisa segera berunding,” ujar Luhut di Jakarta.

Ia juga menyinggung pihak-pihak yang kerap berkomentar tanpa memahami data proyek secara utuh.

“Whoosh akan diganti dengan South China, apa lagi ini? Saran saya, kalau kita tidak mengerti datanya, jangan komentar dulu,” tegasnya.

Polemik proyek kereta cepat Whoosh kini kembali mencuat seiring sikap diam Jokowi yang menjadi perbincangan publik.

Sementara PSI memilih menanggapi kritik dengan santai, menyebut Jokowi sebagai orangtua politik yang dihormati oleh para kadernya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved