Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Bestari Barus Tegaskan Proyek Kereta Cepat Bukan Penyebab Kerugian Negara


 Repelita Jakarta - Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bidang Politik, Bestari Barus, menyampaikan pembelaan terhadap mantan Presiden Joko Widodo terkait polemik proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

Melalui unggahan Instagram pribadinya pada Senin, 20 Oktober 2025, Bestari menegaskan bahwa proyek KCJB tidak seharusnya dinilai sebagai penyebab kerugian negara.

Ia menyebut bahwa pembangunan kereta cepat merupakan lompatan besar dalam menghadirkan transportasi modern berbasis teknologi tinggi.

Menurut Bestari, meskipun baru sebagian masyarakat yang menikmati fasilitas tersebut, langkah pemerintah patut diapresiasi sebagai bentuk kemajuan.

Ia menyatakan bahwa narasi kerugian dalam proyek KCJB perlu dilihat secara proporsional dan tidak semata-mata sebagai kegagalan.

Bestari menjelaskan bahwa belum tercapainya target kilometer secara maksimal bukan berarti proyek tersebut merugi, melainkan belum menghasilkan keuntungan.

Sebagai perbandingan, ia menyinggung proyek LRT di DKI Jakarta yang awalnya dianggap tidak efisien karena jaraknya pendek.

Namun, seiring waktu, pembangunan tersebut menjadi bagian penting dari sistem transportasi ibu kota yang terintegrasi.

Bestari mengingatkan masyarakat agar tidak selalu menilai proyek pemerintah dari sisi keuntungan finansial semata.

Menurutnya, pola pikir seperti itu justru dapat menyakiti banyak pihak, terutama masyarakat di daerah yang sangat membutuhkan pembangunan infrastruktur.

Ia berkelakar bahwa sikap tersebut bahkan bisa menyakiti tokoh seperti Said Didu, jika akses jalan ke kampungnya di Makassar tidak tersedia.

Bestari menegaskan bahwa proyek seperti KCJB harus dilihat sebagai investasi jangka panjang untuk kemajuan bangsa, bukan sekadar hitungan untung rugi dalam waktu singkat.

Ia menyebut bahwa proyek infrastruktur tidak selalu dirancang untuk segera menghasilkan pengembalian modal, melainkan untuk memberikan manfaat luas kepada masyarakat.

Ia mencontohkan program makan bergizi gratis (MBG) yang jika dihitung secara finansial bisa mencapai triliunan rupiah, namun diberikan demi mencerdaskan masyarakat.

Menanggapi isu yang menyebut adanya jarak antara Presiden Prabowo Subianto dan mantan Presiden Joko Widodo terkait proyek KCJB, Bestari meminta publik untuk tidak termakan asumsi liar.

Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mengaitkan utang proyek Whoosh dengan anggapan bahwa Prabowo meninggalkan Jokowi.

Bestari menutup pernyataannya dengan ajakan agar publik tidak mengotori pikiran dengan asumsi-asumsi yang tidak berdasar.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved