Repelita Jakarta - Separuh wajah Saut Situmorang tampak bersandar di bahu Anies Baswedan sesaat setelah Thomas Trikasih Lembong dijatuhi hukuman empat setengah tahun penjara.
Tom Lembong, yang pernah menjadi Menteri Perdagangan periode 2015 hingga 2016, dinyatakan bersalah dalam perkara korupsi impor gula pada Jumat, 18 Juli 2025.
Dalam persidangan sebelumnya, Saut terlihat hadir mendampingi Tom saat membacakan pembelaannya.
Meski tak mendapatkan tempat duduk, Saut tetap berdiri hingga sidang berakhir.
Saut dikenal sebagai mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi yang menduduki jabatan pada periode 2015 sampai 2019 mendampingi Agus Rahardjo.
Tidak seperti Agus yang berlatar belakang LKPP, Saut memiliki rekam jejak di dunia intelijen.
Ia pernah tercatat sebagai mahasiswa Fisika di Universitas Padjadjaran Bandung.
Kemudian ia melanjutkan ke jenjang magister manajemen di Universitas Krisnadwipayana dan meraih gelar doktor di Universitas Pendidikan Indonesia.
Saut juga pernah menduduki posisi Sekretaris III di KBRI Singapura pada 1997 hingga 2001.
Kariernya berlanjut di Badan Intelijen Negara sebagai Direktur Monitoring dan Surveillance.
Ia juga sempat menjabat staf ahli Kepala BIN dan menjadi pengajar di Sekolah Tinggi Intelijen Negara.
Selama di KPK, Saut terlibat langsung menangani kasus besar seperti korupsi proyek e-KTP.
Kasus tersebut menjerat Ketua DPR RI sekaligus Ketua Partai Golkar, Setya Novanto, ke meja hijau.
Langkah KPK mengusut kasus itu sempat membuat Presiden Joko Widodo geram.
Agus Rahardjo bahkan pernah diminta Jokowi untuk menghentikan proses penyidikan.
Permintaan itu tak dapat dijalankan karena Sprindik sudah terbit.
Saut mengaku mendengar sendiri cerita itu dari Agus.
“Aku jujur aku ingat benar Pak Agus bilang, 'Pak Saut, kemarin (3 minggu setelah Setnov tersangka), saya dimarahi (presiden), 'hentikan' kalimatnya begitu,” ujar Saut pada 1 Desember 2023.
Menjelang akhir masa jabatan, Saut memilih mundur dari KPK.
Keputusan itu diambil karena kecewa dengan revisi Undang-Undang KPK dan pimpinan KPK periode 2019-2024 yang terpilih, yakni Firli Bahuri sebagai ketua.
Lewat surat elektronik, Saut menyampaikan permintaan maaf kepada Agus, Alexander Marwata, Laode M Syarif, dan Basaria Panjaitan.
Ia juga meminta maaf kepada seluruh pegawai KPK.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

