Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

KPK Buka Peluang Panggil Nadiem Makarim Terkait Dugaan Korupsi Google Cloud

 Nadiem Makarim Kembali Diperiksa Kejagung, Skandal Chromebook Kian Terungkap

Repelita Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi membuka peluang untuk memanggil mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, bersama para staf khususnya guna mendalami dugaan korupsi dalam pengadaan layanan Google Cloud di lingkungan Kemendikbudristek.

Jurubicara KPK Budi Prasetyo menyatakan bahwa pihaknya akan memanggil siapa saja yang diyakini mengetahui secara detail konstruksi perkara tersebut agar penyelidikan berjalan menyeluruh dan transparan.

Budi menegaskan, selain Nadiem, para staf khusus yang terlibat dalam kebijakan saat itu juga berpotensi dipanggil untuk memberikan keterangan, termasuk setelah sebelumnya KPK memeriksa Fiona Handayani, salah satu stafsus Nadiem.

Ia menjelaskan, setiap informasi yang dikumpulkan melalui keterangan para pihak akan menjadi dasar untuk membuka titik terang rangkaian dugaan penyelewengan anggaran terkait pengadaan Google Cloud.

Fiona Handayani sendiri telah memenuhi panggilan penyidik dan menjalani pemeriksaan selama lebih dari delapan jam di Gedung Merah Putih KPK pada Rabu, 30 Juli 2025, terkait proyek pengadaan infrastruktur penyimpanan data berbasis cloud tersebut.

Penyelidikan terhadap kasus ini pertama kali diungkap ke publik pada 12 Juli 2025 oleh Pelaksana Tugas Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu.

Asep menjelaskan, pengadaan layanan Google Cloud tersebut dilakukan pada masa pandemi Covid-19 seiring dengan pembelian perangkat Chromebook untuk mendukung aktivitas belajar siswa secara daring.

Menurutnya, sistem penyimpanan berbasis cloud menjadi kebutuhan mendesak kala itu agar seluruh data hasil pembelajaran dapat disimpan secara digital dan diakses secara efisien.

Namun demikian, KPK kini tengah mendalami apakah terdapat unsur mark up harga atau pembengkakan biaya yang menimbulkan kerugian negara dalam proyek tersebut.

Asep menambahkan bahwa dugaan kebocoran data di masa itu juga turut menjadi perhatian, sebab persoalan tersebut diyakini berkaitan erat dengan tata kelola layanan penyimpanan berbasis digital di lingkungan Kemendikbudristek.

Ia memastikan tim penyelidik akan bekerja secara teliti untuk memastikan apakah praktik korupsi terjadi pada proses pengadaan layanan Google Cloud, termasuk memeriksa berbagai pihak yang dianggap mengetahui seluk beluk kebijakan tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved