Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Dosen IPB Sebut Tambang Nikel Ancam Paus Sperma di Raja Ampat

foto

Repelita Raja Ampat - Kawasan laut Raja Ampat terancam rusak akibat aktivitas pertambangan nikel yang terus meluas di wilayah tersebut.

Dosen Ilmu dan Teknologi Kelautan IPB University, Meutia Samira Ismet, menyampaikan keprihatinannya terhadap dampak pencemaran limbah tambang terhadap keberlangsungan hidup spesies laut langka.

Menurut Meutia, spesies seperti paus sperma, kima raksasa, dan pari manta sangat bergantung pada kestabilan ekosistem perairan Raja Ampat.

Ketiganya memiliki pola makan khusus yang menjadikan mikroorganisme planktonik sebagai komponen utama dalam rantai makanan.

Paus sperma mengonsumsi ikan pelagis dan cephalopoda seperti cumi, sementara kima raksasa dan pari manta bergantung pada plankton dan mikroalga fotosintetik.

“Diet mereka sangat dipengaruhi oleh kesehatan mikroorganisme laut, yang kini terancam akibat kontaminasi logam berat dari aktivitas tambang,” ujar Meutia.

Ia menyoroti bahwa limpasan limbah tambang nikel membawa zat organik dan logam berat seperti nikel ke perairan, yang berdampak buruk pada mikroalga dan organisme dasar laut lainnya.

Meutia mengutip penelitian di Teluk Vavouto, Kaledonia Baru, yang menunjukkan bahwa konsentrasi nikel tinggi dapat menekan pertumbuhan mikroalga dan merusak siklus biogeokimia laut.

Jika mikroorganisme laut terganggu, maka rantai makanan yang menopang kehidupan paus sperma, pari manta, hingga kima raksasa akan terputus.

Selain itu, logam berat juga berdampak pada penurunan jumlah zooplankton seperti copepoda, yang menjadi makanan penting bagi ikan pelagis dan cumi.

“Penurunan populasi plankton akan memengaruhi seluruh jaringan kehidupan laut, mulai dari biota dasar hingga predator besar,” tambahnya.

Meutia juga menegaskan bahwa gangguan terhadap kualitas air seperti berkurangnya oksigen terlarut, peningkatan CO, dan keruhnya perairan dapat menghancurkan habitat alami spesies laut langka.

Ia mendesak pemerintah dan pelaku industri tambang untuk menerapkan pemantauan kualitas air serta pengelolaan limbah yang lebih ketat dan bertanggung jawab.

Penilaian batas aman konsentrasi nikel di perairan juga dianggap penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut terhadap biodiversitas laut.

Menurutnya, pembangunan ekonomi tidak boleh mengorbankan keutuhan ekosistem laut yang menjadi warisan dunia.

“Raja Ampat adalah rumah bagi keanekaragaman hayati laut global. Sudah seharusnya kita menjaga keseimbangan antara eksploitasi dan pelestarian lingkungan,” tandas Meutia. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved