Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Sindiran UAS dan Ustaz Das'ad Latif Soal Isu Pagar Laut, Bandingkan dengan Fir’aun

 Disiapkan Sejak dalam Kandungan, UAS Tumbuh Jadi Pelayan Allah...

Repelita Jakarta - Ustaz Abdul Somad (UAS) kembali mengungkapkan pandangannya melalui akun Instagram resminya, @ustadzabdulsomad_official, yang langsung menarik perhatian publik.

Dalam unggahannya, UAS membandingkan kisah Fir’aun Mesir dengan isu pemagaran laut yang belakangan ini ramai diperbincangkan. UAS menuliskan, “Fir’aun Mesir itu digambarkan sangat gagah perkasa, didukung para tukang sihir, menyembelih anak-anak laki-laki. Namun, akhirnya Fir’aun mati tenggelam di laut yang panjangnya hanya sekitar 20 km.”

UAS kemudian melanjutkan, “Fir’aun pasti akan terkejut jika mendengar bahwa di era modern ini, ada pihak yang mampu memagari laut sepanjang 30 km dengan bantuan teknologi dan kemampuan yang masih misterius.”

Dia menyampaikan sindiran tersebut dengan menambahkan, “Betapa kagetnya Fir’aun mendengar berita dari Konoha bahwa ada yang lebih hebat dari dirinya. Itulah saatnya Fir’aun kehilangan harga diri."

Pernyataan ini mengarah pada fenomena pemagaran laut yang sedang hangat dibicarakan, dengan dugaan penggunaan metode yang belum terungkap sepenuhnya.

Selain itu, Dai kondang Ustaz Das'ad Latif juga turut memberi pandangannya terkait isu tersebut. Lewat unggahannya di Instagram @dasadlatif1212, Ustaz Das'ad menyampaikan sindiran tajam dengan gaya jenaka, “Fir’aun itu sangat kejam, tapi dia nggak sampai mengkavling Laut Merah.”

Ustaz Das'ad menambahkan, “Alhamdulillah, presiden perintahkan pembongkaran pagar kavlingan laut Indonesia.” Dia pun memberikan apresiasi terhadap kebijakan pemerintah yang memerintahkan pembongkaran pagar laut yang sedang jadi sorotan publik.

Dengan sindirannya terhadap Fir'aun, Ustaz Das'ad menyampaikan pesan moral tentang keserakahan yang melampaui batas, mengingat saat ini tengah ramai isu pagar laut sepanjang 30 kilometer di Tangerang, Banten.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto (Titiek Soeharto), juga turut menyuarakan keberatannya atas masalah ini. Dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV ke Desa Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang, Banten, Titiek menegaskan bahwa laut bukan milik individu atau korporasi, melainkan milik bersama. Ia mendesak agar pemerintah segera menertibkan pihak yang terlibat dalam pengkavlingan laut yang tidak memiliki izin.

Titiek juga meminta pihak yang bertanggung jawab atas penerbitan sertifikat HGB dan SHM yang diduga melanggar hukum untuk segera mempertanggungjawabkannya. Ia memastikan Komisi IV DPR akan terus mengawasi langkah-langkah penyelesaian kasus ini dengan melibatkan kementerian terkait.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved