Rocky Gerung Soroti Pernyataan Gus Miftah, Desak Presiden Pecatnya
Jakarta, 5 Desember 2024 — Pengamat politik Rocky Gerung memberikan kritik keras terhadap pernyataan Gus Miftah, Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama, yang dinilai merendahkan pedagang es teh.
Rocky menyebut pernyataan tersebut sebagai contoh arogansi pejabat yang terjebak dalam godaan jabatan dan popularitas.
Menurut Rocky, Gus Miftah tidak cukup hanya ditegur. Ia menegaskan bahwa sebagai utusan presiden, Miftah seharusnya dipecat karena pernyataannya yang bertentangan dengan tugas dan tanggung jawabnya.
Rocky juga mengingatkan bagaimana kekuasaan sering kali membawa individu pada disorientasi moral. Kekuasaan seharusnya digunakan untuk melayani rakyat, bukan untuk mempertontonkan arogansi.
Insiden ini, lanjut Rocky, juga mencerminkan sisa-sisa feodalisme dalam pemerintahan. Ia menekankan pentingnya pejabat menghormati masyarakat, terutama yang berada dalam posisi sosial lebih rendah, untuk mencapai keadilan dan kemakmuran.
Rocky mendesak agar evaluasi terhadap pejabat dilakukan lebih mendalam. Menurutnya, kejadian ini bukan hanya kesalahan individu, melainkan kegagalan sistem dalam menempatkan pejabat yang memiliki kapasitas moral dan intelektual yang memadai.
Lebih lanjut, Rocky menegaskan bahwa kritik harus diarahkan kepada penguasa. Presiden, menurutnya, harus bertindak tegas terhadap perilaku seperti ini agar kekuasaan tidak menjadi alat penindasan.
Rocky juga mengingatkan pentingnya menciptakan masyarakat yang berpikir kritis terhadap pemimpin. Ketidakmampuan menghasilkan masyarakat yang kritis, menurutnya, merupakan masalah serius yang menghambat keadilan dan kesetaraan.
Dengan adanya ruang dialog yang sehat dan edukasi untuk berpikir kritis, Rocky berharap bangsa ini bisa tumbuh lebih etis dan bermartabat.
“Dengan dialog yang konstruktif dan kritik yang tajam terhadap kekuasaan, kita bisa memastikan keadilan bagi semua,” pungkas Rocky.(*)
Editor: Elok WA R-ID

