
Yogyakarta, 6 Desember 2024 – Gus Miftah secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Toleransi Beragama. Keputusan ini diumumkan pada Jumat pagi, menyusul polemik yang mencuat di media sosial terkait gaya dakwahnya.
Langkah Gus Miftah menuai berbagai tanggapan dari masyarakat, termasuk warganet yang menilai dirinya masih memiliki rasa malu dan tanggung jawab. Sikap ini dianggap berbeda dengan sejumlah pejabat publik yang tetap bertahan meski kinerjanya buruk.
Dalam diskusi di media sosial, salah satu warganet, @skyundocean, mengapresiasi keputusan Gus Miftah untuk mundur, sekaligus menyindir beberapa pejabat lain yang dinilai tidak tahu malu.
"Di samping kelakuannya yang gak elok, setidaknya dia masih tahu malu dan mau mengundurkan diri. Soalnya banyak pejabat yang jelas kinerja buruk tapi gak tahu malu tetap menjabat. Saya gak mau sebut nama, Budi Arie contohnya," tulis akun tersebut.
Nama Budi Arie sendiri sempat menjadi sorotan terkait kasus yang melibatkan bawahannya di Kementerian Komunikasi dan Digital. Banyak pihak menilai kasus tersebut seharusnya memicu refleksi dan tanggung jawab yang lebih besar dari pemimpin kementerian tersebut.
Sikap Gus Miftah yang memilih mundur dinilai sebagai langkah bermartabat. Meski dihujani kritik, ia tetap menunjukkan kesediaan untuk bertanggung jawab atas tindakannya. Langkah ini pun diharapkan menjadi contoh bagi pejabat lain untuk lebih peka terhadap kritik dan evaluasi publik. (*)
Editor: Elok WA R-ID

