Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

"APBN Cekak, Kabinet Gemuk: Rocky Gerung Peringatkan Prabowo Harus Hitung Ulang"

 Topik: Bongkar APBN Pertama Prabowo

Jakarta, 4 Desember 2024 – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menghadapi tantangan besar terkait pengelolaan anggaran negara. Struktur kabinet yang gemuk dengan tujuh Kementerian Koordinator (Kemenko) berpotensi menjadi beban berat di tengah keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Rocky Gerung menilai bahwa Presiden Prabowo harus menghitung ulang permintaan tambahan anggaran yang dapat membengkak akibat keberadaan banyak Kemenko.

“Bagi Presiden Prabowo, saya kira ini menjadi beban baru, karena dia harus menghitung ulang permintaan tambahan anggaran yang mungkin berkali-kali lipat dari tujuh Kemenko itu. Bersamaan dengan itu, dia harus berhemat,” ujarnya.

Permintaan anggaran tambahan yang diajukan beberapa kementerian menunjukkan ketegangan antara ambisi politik dan kenyataan ekonomi. Dengan ekonomi Indonesia yang diprediksi menghadapi stagnasi dan daya beli masyarakat yang menurun, kemampuan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan anggaran menjadi sangat terbatas.

Rocky Gerung juga mencatat bahwa kondisi ekonomi global dan domestik saat ini menempatkan Indonesia dalam risiko stagflasi, di mana pertumbuhan ekonomi melambat sementara inflasi tetap tinggi. Hal ini berimbas pada pelemahan nilai tukar rupiah dan penurunan daya dukung sektor-sektor produktif.

Selain itu, persaingan politik antara eksekutif yang dipimpin koalisi besar "kim plus" dan legislatif yang didominasi PDIP menambah tantangan tersendiri. Ketegangan di Badan Anggaran DPR akan semakin tajam, mengingat kontrol hegemoni PDIP atas parlemen. Hal ini berpotensi menciptakan dinamika politik yang dramatis di awal tahun mendatang.

Rocky Gerung menilai bahwa pemerintah sebaiknya realistis dalam menetapkan target, termasuk pertumbuhan ekonomi yang dipatok di angka 8%. Tantangan fiskal dan politik membuat pencapaian target tersebut terlihat sulit. Dengan APBN yang semakin terbatas, kebijakan kabinet gemuk ini mendapat kritik karena memperbesar pengeluaran tanpa memberikan kontribusi signifikan terhadap efisiensi pemerintahan.

Rocky mengingatkan bahwa penghematan dan perencanaan ulang anggaran menjadi langkah penting yang harus diambil meskipun bisa memicu resistensi politik di tingkat legislatif.

“Semua hal yang pernah kita bayangkan akan dilakukan oleh Presiden Prabowo dan kabinetnya hari ini justru akan menjadi tempat orang berkeluh kesah saja karena anggaran tidak mungkin diambil dari bawah bantal masing-masing rakyat,” pungkas Rocky Gerung. (*)

Editor: Elok WA R-ID

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved