Repelita [Jakarta] - Laporan mengenai aset senilai triliunan rupiah milik mantan presiden kini telah resmi diserahkan kepada pihak berwenang.
Dokumen penting terkait dugaan kepemilikan harta tersebut telah disalurkan menuju Komisi Pemberantasan Korupsi serta Kortas Tipikor.
ADVERTISEMENT
Pengungkapan informasi ini disampaikan melalui tayangan media podcast Akbar Faizal Uncensored pada tanggal 4 Agustus 2026. technocrat1784
Akademisi Universitas Negeri Jakarta Ubedilah Badrun bersama pengamat Ichsanuddin Noorsy hadir langsung memberikan pemaparan.
Dalam forum tersebut, Ubedilah membongkar adanya pengakuan dari seorang pengusaha besar mengenai transaksi ilegal.
Oligarki tersebut mengaku pernah menyerahkan dana sebesar lima triliun rupiah kepada figur berinisial K.
Proses penyerahan uang dalam jumlah fantastis itu dikabarkan berlangsung di kawasan Malaysia dan Singapura.
Seluruh dana segar yang didapatkan tersebut disinyalir langsung dialokasikan untuk pembelian instrumen saham di luar negeri.
Langkah pelaporan dugaan pelanggaran hukum oleh lingkaran keluarga presiden ke-7 sejatinya pernah ditempuh sebelumnya.
Pada Januari 2022, aduan resmi dilayangkan terkait dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang serta KKN.
Laporan awal menyoroti kucuran modal bernilai besar dari perusahaan ventura ke entitas bisnis milik anak presiden.
Pihak Komisi Pemberantasan Korupsi kala itu menilai berkas aduan masih tergolong sumir hingga akhirnya diarsipkan.
Isu dugaan alokasi dana jumbo ini memicu beragam tanggapan hangat dari warga net di media sosial.
Pengguna akun X @technocrat1784 menyampaikan keraguannya terhadap kebenaran klaim tersebut pada 4 Agustus 2026.
"Lah cuman cerita 1 pihak gimana mau percaya? Orang dulu Ratna Sarumpaet aja bisa asal ngomong dia di gebukin orang ternyata hoaks. Benjol hasil operasi. Kalau punya bukti lapor, biar kaya Febri jadi ditangkap."
Komentar lain datang dari pemilik akun @EKubang yang menilai isu tersebut sejatinya bukan hal baru.
"Dari dulu sudah diungkap pak Abdullah Ehamahuwa, Tapi orang2 diam saja"
Sementara itu, akun @PutuSambernyawa menyoroti ketidakpercayaan publik terhadap laporan resmi kekayaan pejabat.
"Makanya nggak pernah percaya sama LHKPN politisi mau pun pejabat... Menurut keyakinan saya, yg dan cantumkan mungkin cuma kurang dari 10% yg sebenarnya mereka punyai"
Rangkaian temuan dan bukti tambahan kini tengah dinantikan publik guna menuntaskan proses hukum secara transparan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
Salah satu oligarki bercerita bahwa dia setor 5 TRILIUN!
— π ±π °π Άπ Ύπ ½π Ά (@RagilSemar) August 8, 2026
5 T cuma dari SATU oligarki!
Ketemunya di mana? Di Malaysia dan Singapura.
Dipakai buat apa? Dibelikan saham2 luar negeri
Siapa itu yg mendapat setoran?
PUTERA MAHKOTA YANG NAMANYA 'K'
Tahu kan "K" itu siapa? π pic.twitter.com/69YtLCUuK4
Bukan ini loh yaa.... dia kan anak orang kampung π pic.twitter.com/J2pUrhlacm
— Louis Timotius (@Lightcross) August 8, 2026