Berita, Nasional

[VIRAL] Protes Guru Jatah MBG: Kami Pengajar Bukan Anjing Pelacak

Repelita.net

22 September 2026 16:48 WIB • 73 view

[VIRAL] Protes Guru Jatah MBG: Kami Pengajar Bukan Anjing Pelacak
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sebuah rekaman video yang memperlihatkan seorang tenaga pendidik melayangkan protes keras terhadap instruksi pengecekan menu makanan program bergizi mendadak menjadi perbincangan hangat di dunia maya.

Ungkapan keberatan tersebut disebarluaskan lewat jejaring sosial Instagram melalui akun @reset.feeds

ADVERTISEMENT

pada Senin, 21 September 2026 yang langsung menarik perhatian luas warganet.

Dalam tayangan berdurasi singkat itu, sosok pengajar tersebut mempertanyakan kewajiban mencium aroma hidangan jatah siswa sebelum dibagikan ke ruang kelas masing-masing.

Ada yang bilang, ini MBG harus dicium-cium dulu, diendus-endus dulu katanya.

Ada yang bilang gitu coba, ini sebanyak gini harus diendus-endus semuanya, ucap guru tersebut dalam rekaman video.

Tenaga pengajar itu merasa terbebani dengan aturan tambahan yang dianggapnya melenceng jauh dari tugas pokok dan fungsi utamanya di sekolah.

Bahkan, ia melontarkan perumpamaan menohok terkait instruksi pengujian makanan yang dibebankan kepada para pengajar di lingkungan satuan pendidikan.

Jadi tiba-tiba berubah fungsi guru jadi anjing pelacak sekarang.

Ini berapa biji ini, kita mau ngajar bukan mau jadi tukang endus-endus MBG, tambahnya dengan nada heran.

Ia khawatir kewajiban baru ini justru akan merusak fokus utama kegiatan belajar mengajar yang seharusnya berjalan efektif setiap hari.

Enggak ngajar dong kalau kayak gini, tegasnya memperingatkan dampak aturan tersebut terhadap jalannya pendidikan di kelas.

Rekaman video protes tersebut menuai atensi masif dengan perolehan penonton melampaui 392.000 kali serta meraup lebih dari 22.000 tanda suka.

Kolom komentar unggahan itu juga dipadati ribuan tanggapan dari netizen yang turut memperdebatkan kebijakan pengawasan makanan tersebut.

Di sisi lain, Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono sebelumnya memang secara terbuka menginstruksikan para pengajar untuk ikut menikmati menu jatah tersebut bersama murid.

Kebijakan ini dirumuskan sebagai langkah preventif pengamanan mutu pangan sekaligus sarana pembentukan karakter anak didik di lingkungan sekolah.

Ruang kelas dinilai strategis untuk menanamkan adab bersantap, melatih budaya antre, serta menjaga kebersihan secara langsung.

BGN menginstruksikan Bapak/Ibu Guru ikut menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama para siswa di sekolah.

Ruang kelas harus menjadi ajang edukasi adab, kedisiplinan antre, dan kebersihan, tulis keterangan Sudaryono lewat akun Instagram miliknya @sudaru_sudaryono

pada Senin, 10 Agustus 2025.

Lebih lanjut, keikutsertaan tenaga pendidik mencicipi hidangan dipandang memiliki fungsi krusial dalam menyaring kelayakan konsumsi makanan siswa.

Lebih dari itu, guru adalah penguji organoleptik terakhir.

Jika makanan dirasa tidak layak, wajib hukumnya tidak dibagikan ke siswa, tegas Sudaryono menekankan pentingnya peran pengawasan tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung