Berita, Nasional

Pengamat Hukum Sebut Isu Sufmi Dasco Ahmad Ingin Jadi Wapres Hanya Pola Adu Domba dan Pengalihan Isu Makar

Repelita.net

06 November 2026 23:21 WIB • 62 view

Pengamat Hukum Sebut Isu Sufmi Dasco Ahmad Ingin Jadi Wapres Hanya Pola Adu Domba dan Pengalihan Isu Makar
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Isu miring mengenai ambisi kekuasaan salah seorang unsur pimpinan tinggi parlemen legislatif dalam konstelasi politik nasional dibantah keras.

ADVERTISEMENT

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dinilai sebagai sosok negarawan yang konsisten menjaga stabilitas keamanan bangsa ketimbang mengejar kedudukan.

Pernyataan pembelaan tersebut disampaikan secara tertulis oleh analis hukum Tamil Selvan pada Jumat, 6 November 2026, guna merespons rumor yang beredar.

Menurutnya, politisi senior tersebut sama sekali tidak memiliki tendensi pribadi untuk menduduki posisi strategis di ranah eksekutif pemerintahan baru.

"Pak Dasco itu adalah orang yang paling ikhlas menjaga stabilitas bangsa ini, beliau tidak punya ambisi soal jabatan," tegas Tamil Selvan dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 6 November 2026.

Ia mencontohkan integritas sang tokoh saat memberikan garansi politik terkait penyusunan regulasi krusial mengenai penataan aset tindak pidana korupsi.

Saat itu, pimpinan dewan secara berani menyatakan kesiapannya untuk meletakkan jabatan struktural apabila RUU Perampasan Aset gagal disahkan parlemen.

Analis hukum ini juga menggarisbawahi posisi kedinasan sang tokoh yang tetap bertahan sebagai Wakil Ketua DPR RI hingga memasuki periode saat ini.

Padahal, peluang bagi dirinya untuk beralih menduduki posisi sebagai menteri koordinator di dalam jajaran kabinet kepresidenan diidentifikasi terbuka sangat lebar.

"Sampai hari ini beliau hanya menjabat sebagai Wakil Ketua DPR. Padahal peluang untuk menjadi Menko dan menduduki jabatan lain terbuka lebar, tapi Pak Dasco tidak ambisi," kata Tamil Selvan.

Atas dasar pembuktian rekam jejak tersebut, isu mengenai ambisi menduduki posisi wakil kepala negara dipastikan murni sebagai bagian dari operasi adu domba.

Guliran rumor politik itu sengaja diembuskan oleh kelompok tertentu di media sosial sebagai skema pengalihan perhatian publik dari penanganan kasus hukum makar.

"Jadi, isu Pak Dasco mau jadi wapres itu hanya pola adu domba politik dan pengalihan isu," lanjut Tamil Selvan dalam pernyataan resminya.

Masyarakat diimbau untuk tidak terpecah belah oleh manuver opini virtual serta tetap fokus mengawal pembongkaran megaskandal spionase siber yang sedang berjalan.

"Kita fokus pada percobaan makar ini, tilik sampai dalam, bungkus aktor intelektual yang selalu membuat gaduh bangsa ini," pungkasnya memberikan penegasan.

Hingga kini, Bareskrim Polri terus mempercepat interogasi terhadap empat jenderal tersangka interseptor ilegal yakni Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Irjen Ahrie Sonta, Irjen Eko Hadi, dan Irjen Slamet Uliandi.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung