Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Pakar Dibilang Goblok, Profesor Disebut Bodoh: Netizen Sentil Proyek Sampah hingga Menu MBG

Repelita.net

22 September 2026 23:19 WIB • 45 view

[VIRAL] Pakar Dibilang Goblok, Profesor Disebut Bodoh: Netizen Sentil Proyek Sampah hingga Menu MBG
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sejumlah pengguna media sosial menyoroti pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya menyebut pakar dan profesor dengan istilah bernada keras.

Salah satu tanggapan disampaikan akun @biyanfadhil melalui unggahan pada Selasa, 22 September 2026.

ADVERTISEMENT

Dalam unggahannya, @biyanfadhil menilai kritik terhadap program dan kebijakan pemerintah merupakan hal yang wajar apabila kebijakan tersebut berdampak luas kepada masyarakat.

"agak susah memahami pola pikir orang yang selalu merasa dirinya paling benar. kemarin pakar dibilang goblok, sekarang profesor dibilang bodoh. not everyone has to agree with you. kalau program dan kebijakan lu berdampak ke banyak orang, ya wajar kalau dipertanyakan dan dikritik"

Pada unggahan lainnya, akun yang sama kembali menyampaikan kritik dengan menyinggung program pemerintah yang dinilai tetap dibanggakan meski terdapat persoalan yang dialami masyarakat.

"bodoh, bebal, culas, angkuh, congkak, gak peduli seburuk apa yang di alami anak yang keracunan, dia akan tetap bangga dengan proyek sampahnya

gak punya hati tapi merasa membantu yang kekurangan"

Komentar lain datang dari akun @sulaemangalih yang mengaitkan persoalan tersebut dengan program Makan Bergizi Gratis.

"IIni lho MbG isinya begini. Yg dimakan sama anak kecilnya cmn anggur 3biji. Sehat dr mana buat ngatasin stunting? Cmn bikin gendut oerut si koruptornya. TAI!!!"

Sementara itu, akun @stepanull mempertanyakan respons publik ketika Presiden menyampaikan pernyataan dengan bahasa yang dinilai kasar.

"Bisa ngga, kalo dia lagi ngomong kasar begini, ga usah dikasih tepok tangan??? Heran sama yang tepok tangan. Presiden koq ngomongnya di publik kasar terus."

Rangkaian unggahan tersebut menunjukkan adanya respons berbeda dari pengguna media sosial terhadap cara Presiden menyampaikan kritik kepada kelompok akademisi dan pakar.

Perdebatan juga berkembang ke persoalan kebijakan pemerintah, termasuk program yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat serta penanganan masalah gizi anak.

Berbagai komentar tersebut merupakan pandangan yang disampaikan masing-masing pengguna media sosial dalam menanggapi perkembangan pernyataan dan kebijakan pemerintah.

Perbincangan di ruang digital kemudian memperlihatkan bahwa kritik tidak hanya diarahkan pada substansi kebijakan, tetapi juga pada cara pejabat publik menyampaikan pernyataan di hadapan masyarakat.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung