Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Netizen Skakmat Narasi Utang Budi: BPJS dan Subsidi dari Uang Rakyat, Bukan Pemberian Pemerintah

Repelita.net

14 May 2026 13:19 WIB • 743 view

[VIRAL] Netizen Skakmat Narasi Utang Budi: BPJS dan Subsidi dari Uang Rakyat, Bukan Pemberian Pemerintah
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Jagat media sosial bergolak menyusul tanggapan kritis warganet terhadap narasi yang mewajibkan publik untuk selalu berterima kasih atas program jaminan kesehatan nasional dan subsidi energi.

Kehebohan ini bermula dari unggahan akun @keluhkesahkonoh pada 13 Mei 2026 yang mengibaratkan kebijakan publik tertentu seperti penguasa yang mengambil hak masyarakat lalu meminta apresiasi atas sisa yang diberikan.

ADVERTISEMENT

“Mereka mengambil roti yang menjadi hakmu, lalu menyisakan remahan untukmu, dan mereka mengatakan “kau seharusnya berterima kasih kepadaku. Berkat aku, kau tidak mati kelaparan””

Pernyataan tersebut dilemparkan guna merespons opini akun lain yang mempertanyakan rasa syukur masyarakat yang kerap melayangkan kritik terhadap kinerja jajaran pemerintahan.

Seorang pengguna media sosial bernama Cahyo Pribadi Taat lewat akun @Cahyo_xx pada 13 Mei 2026 memberikan tanggapan menohok yang langsung menjadi pusat perhatian netizen.

“Si Ucup nih gmn? Duit BPJS itu dari iuran peserta kok. Sama subsidi BBM itu dari pajak rakyat. Bukan duit segelintir orang2 pemerintahan kok. Justru kalau mengelolanya ga beres, harus dikritik.”

Reaksi tersebut memicu gelombang dukungan dari pengguna lain yang sepakat bahwa seluruh program jaminan sosial dibiayai langsung oleh kontribusi dana kolektif masyarakat.

Warganet menilai edukasi mengenai asal-usul anggaran negara sangat penting agar publik tidak terjebak dalam rasa utang budi yang semu kepada otoritas.

Pihak kritikus juga menegaskan bahwa fungsi pengawasan dan penyampaian protes merupakan hak konstitusional yang sah apabila pengelolaan dana publik dinilai menyimpang.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung