Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Kritik Menohok Tere Liye: Prabowo Dulu Nyinyir Utang, Kini Cetak Rekor Penambahan Pinjaman Terbesar Jauh Lampaui Masa Lalu

Repelita.net

13 August 2026 17:14 WIB • 453 view

[VIRAL] Kritik Menohok Tere Liye: Prabowo Dulu Nyinyir Utang, Kini Cetak Rekor Penambahan Pinjaman Terbesar Jauh Lampaui Masa Lalu
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Sorotan tajam kembali diarahkan kepada kebijakan fiskal pemerintahan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang mencatatkan lonjakan kewajiban pinjaman secara signifikan dalam kurun waktu relatif singkat.

Kritik pedas tersebut disampaikan secara terbuka oleh seorang tokoh publik sekaligus penulis kenamaan, Tere Liye, yang membeberkan rekam jejak pernyataan sang kepala negara terkait isu pinjaman semasa masa kampanye masa lalu.

ADVERTISEMENT

Dalam ulasan kritisnya, sang penulis mengingatkan kembali bagaimana figur yang kini memegang kendali kekuasaan tersebut sempat melontarkan kritik keras terhadap akumulasi pinjaman pemerintah pada era kepemimpinan sebelumnya.

Rekaman jejak digital menunjukkan bahwa pemimpin tertinggi negara saat itu pernah menjuluki pengelola keuangan negara sebagai menteri pencetak utang akibat eskalasi kewajiban finansial harian yang dianggap sangat mengkhawatirkan.

Bahkan, narasi mengenai potensi kehancuran bangsa akibat beban pinjaman sempat disuarakan dengan lantang sebelum dinamika politik mengubah arah koalisi kekuasaan pada kontestasi elektoral beberapa waktu berselang.

Perubahan situasi politik pada akhirnya mempertemukan berbagai kekuatan hingga memuluskan jalan kepemimpinan nasional saat ini meskipun langkah tersebut diiringi berbagai catatan etika publik dari masyarakat.

Lonjakan angka kewajiban finansial negara kini menjadi sorotan utama setelah akumulasi pinjaman tercatat membengkak secara drastis sejak awal masa pelantikan hingga pertengahan tahun ini.

Berdasarkan data resmi keuangan negara, total beban pinjaman pemerintah mengalami eskalasi triliunan rupiah dan menembus angka belasan ribu triliun rupiah seiring berjalannya waktu penugasan kabinet.

Kritik pedas pun dilayangkan karena rata-rata penambahan kewajiban harian di era kepemimpinan saat ini jauh melampaui angka kritik yang pernah dilontarkan sang presiden di masa lampau.

Kenaikan angka pinjaman harian tersebut dinilai tidak sebanding dengan efektivitas program pembangunan strategis yang digembar-gemborkan oleh lingkaran kekuasaan saat ini.

Berbagai program mercusuar seperti penyediaan makanan bergizi serta penguatan ekonomi kerakyatan melalui koperasi dipertanyakan efektivitas jangka panjangnya dalam mendongkrak kualitas sumber daya manusia secara nyata.

Kritikus khawatir anggaran jumbo tersebut justru menyisakan fasilitas mangkrak tanpa memberikan dampak signifikan bagi perbaikan kesejahteraan gizi generasi penerus bangsa di masa mendatang.

Pemerintah ditantang untuk membuktikan validitas serta transparansi alokasi anggaran agar publik tidak merasa disesatkan oleh retorika politik yang kerap berubah demi ambisi kekuasaan semata.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung