Repelita Jakarta - Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali memantik perhatian publik setelah sebuah dokumen yang diduga memuat proyeksi terbaru untuk April 2026 beredar luas di media sosial, memicu spekulasi mengenai kemungkinan lonjakan harga BBM non-subsidi.
Dokumen tersebut muncul pada Senin (30/3/2026) dan diunggah oleh akun X bernama @MurtadhaOn**, dengan klaim bahwa harga Pertamax berpotensi menembus Rp17.000 per liter berdasarkan perhitungan terbaru.
ADVERTISEMENT
File yang beredar dengan judul Perkiraan Harga Jual Eceran BBM Non Subsidi (JBU) April 2026 itu memuat rincian asumsi serta simulasi harga yang dipengaruhi oleh sejumlah faktor global dan domestik.
Berdasarkan isi dokumen tersebut, nilai tukar rupiah tercatat melemah sekitar 0,34 persen dari Rp16.819 per dolar AS menjadi Rp16.877 per dolar AS.
Di saat yang sama, Harga Indeks Pasar (HIP) untuk gasoline RON 92 melonjak tajam hingga 62,44 persen dari 73,91 dolar AS per barel menjadi 120,06 dolar AS per barel, setara dengan tambahan sekitar Rp4.925 per liter.
HIP untuk gasoil dengan kadar sulfur 2.500 ppm juga mengalami lonjakan signifikan sebesar 90,65 persen dari 87,23 dolar AS per barel menjadi 166,31 dolar AS per barel.
Dengan berbagai asumsi tersebut, dokumen itu memperkirakan harga BBM non-subsidi pada April 2026 akan berada di level yang jauh lebih tinggi.
Pertamax diproyeksikan mencapai Rp17.850 per liter, Pertamax Green 95 sekitar Rp19.150 per liter, dan Pertamax Turbo menyentuh Rp19.450 per liter.
Sementara untuk jenis solar non-subsidi, Pertamina Dex diperkirakan berada di angka Rp23.950 per liter sedangkan Dexlite sekitar Rp23.650 per liter.
Meski begitu, belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait mengenai keabsahan dokumen tersebut yang beredar di media sosial.
Publik pun diimbau untuk menunggu penjelasan resmi dari pemerintah sebelum menyimpulkan adanya perubahan harga BBM seperti yang beredar saat ini.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok