Berita, Ekonomi

Utang Pemerintah Tembus Rp9.920 Triliun Menkeu Sebut Masih Aman dan Strategi Smart

Repelita.net

09 May 2026 18:02 WIB • 788 view

Utang Pemerintah Tembus Rp9.920 Triliun Menkeu Sebut Masih Aman dan Strategi Smart
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko melaporkan bahwa akumulasi utang negara telah menembus angka Rp9.920,42 triliun hingga periode akhir Maret 2026.

Pencapaian angka tersebut menunjukkan adanya eskalasi sebesar 2,9 persen jika dikomparasikan dengan posisi pada penutupan tahun lalu yang berada di level Rp9.637,99 triliun.

ADVERTISEMENT

Dengan total kewajiban finansial tersebut, rasio beban utang terhadap Produk Domestik Bruto kini menyentuh angka 40,75 persen, namun diklaim tetap terkendali dalam batas regulasi.

Instrumen Surat Berharga Negara mendominasi portofolio pembiayaan pusat dengan nilai Rp8.652,89 triliun, yang mencerminkan ketergantungan kuat pada pasar obligasi nasional dibandingkan sektor pinjaman luar negeri.

Terkait prinsip pengelolaan dana publik tersebut, laman resmi otoritas keuangan pada Sabtu (9/5/2026) melansir penjelasan bahwa, “Pemerintah mengelola utang secara cermat dan terukur untuk mencapai portofolio utang yang optimal dan mendukung pengembangan pasar keuangan domestik.”

Meskipun nominalnya merangkak naik, posisi saat ini ditegaskan masih berada jauh di bawah plafon maksimal yang diamanatkan Undang-Undang Keuangan Negara yakni sebesar 60 persen dari total nilai ekonomi nasional.

DJPPR merinci lebih lanjut struktur kewajiban tersebut dalam situsnya dengan menyatakan bahwa, “Komposisi utang Pemerintah mayoritas berupa instrumen SBN yang mencapai 87,22 persen.”

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam keterangannya di hadapan legislatif pada Februari lalu meminta publik tidak perlu risau meski terdapat penambahan angka utang dalam catatan fiskal negara.

Purbaya memberikan perbandingan kondisi keuangan Indonesia dengan negara-negara tetangga yang memiliki rasio jauh lebih tinggi guna menenangkan pasar dengan berujar, “Dengan standar itu, kita masih aman. Enggak apa-apa, emang kenapa?”

Bendahara Negara tersebut menekankan pentingnya menjaga defisit anggaran agar tidak melampaui batas 3 persen sembari mengoptimalkan pengeluaran demi menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional.

Ia mengklaim penggunaan ruang defisit secara maksimal sebagai langkah taktis yang visioner dengan menyatakan, “Jadi strategi kita adalah memaksimalkan defisit yang ada untuk memastikan ekonomi berbalik arah. Dan memastikan ekonomi berbalik arah. Itu sebetulnya strategi yang amat smart.”

Langkah ekspansi fiskal melalui pemberian stimulus dianggap menjadi kunci utama agar aktivitas ekonomi kembali bergairah tanpa mengabaikan aspek disiplin anggaran jangka panjang pemerintah.

Filosofi kebijakan tersebut dirangkum dalam pernyataan penutupnya, “Kita enggak lewatin 3 persen, ekspansi fiskal, kasih stimulus ke ekonomi, ekonominya balik.”(*)

Editor: 91224 R-ID Elok 

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung