Berita, Nasional

Sama-sama pernah pidato di Pondok Gontor, ini perbedaan pesan Prabowo vs Anies untuk para santri

Repelita.net

22 September 2026 23:04 WIB • 95 view

Sama-sama pernah pidato di Pondok Gontor, ini perbedaan pesan Prabowo vs Anies untuk para santri
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Tokoh nasional Prabowo Subianto dan Anies Baswedan tercatat pernah sama-sama berdiri di atas panggung Pondok Modern Darussalam Gontor untuk menyampaikan pidato.

Meski menyampaikan orasi di institusi pendidikan pesantren yang sama, substansi pesan yang disampaikan oleh kedua figur publik tersebut memiliki nuansa serta fokus yang berbeda.

ADVERTISEMENT

Momen kehadiran kedua tokoh tersebut kerap menjadi sorotan publik karena kedekatan historis serta kontribusi lembaga pendidikan Islam itu terhadap perjalanan bangsa Indonesia.

Dalam berbagai kesempatan orasi yang diabadikan melalui tayangan kanal YouTube resmi institusi terkait, gaya penyampaian keduanya mencerminkan latar belakang pengalaman politik masing-masing.

Saat menyampaikan pidato dalam perayaan resepsi seratus tahun pondok pesantren tersebut, Prabowo Subianto memberikan penegasan khusus mengenai posisi lembaga pendidikan terhadap politik praktis.

Ia mengingatkan para santri dan pengasuh agar institusi pesantren tetap menjaga jarak aman dari dinamika politik praktis namun tetap memahami konstelasi kekuasaan.

“Terima kasih dukungan. Saya tahu Gontor tidak boleh berpolitik. Itu benar. Gontor jangan ikut politik praktis, tapi harus paham politik. Gontor harus di atas segala golongan politik. Gontor tidak boleh ke mana-mana, tapi harus ada di mana-mana,” ujar Prabowo, dipantau dari siaran langsung kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Selain membahas posisi strategis pesantren, orasi tersebut juga diwarnai dengan pesan ketegasan agar generasi muda Indonesia memiliki kemandirian berpikir serta kecerdasan intelektual.

Ia secara terbuka mengingatkan agar para pemimpin masa depan tidak mudah dibohongi oleh pihak asing serta memiliki keberanian moral dalam melihat persoalan ketidakadilan sosial.

“Pemimpin Indonesia harus pintar. Jangan dibohongi orang, jangan sampai dibodoh-bodohi,” tegas Prabowo di hadapan ribuan santri yang memenuhi arena pertemuan.

Di sisi lain, dalam dokumentasi pidato yang pernah diunggah melalui tayangan kanal YouTube Gontor TV, Anies Baswedan menitikberatkan arah pesannya pada pemahaman fungsi strategis kewarganegaraan serta keterlibatan aktif dalam ruang publik.

Ia menguraikan pandangannya mengenai bagaimana dunia kebijakan publik dan tata kelola pemerintahan membutuhkan kehadiran moral serta integritas moral dari kalangan terdidik pesantren.

Pendekatan retorika yang dibawakan oleh Anies lebih mengarah pada motivasi pengembangan kapasitas kepemimpinan transformatif bagi para santri yang kelak lulus dan kembali terjun ke tengah masyarakat luas.

Perbedaan sudut pandang penyampaian materi antara kedua tokoh nasional ini memperlihatkan bagaimana institusi pesantren diposisikan sebagai kawah candradimuka pencetak pemimpin bangsa.

Baik melalui penekanan kewaspadaan geopolitik maupun dorongan partisipasi aktif tata kelola negara, pesan keduanya sama-sama menuntut kesiapan mental tinggi dari generasi muda santri.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung