Berita, Nasional

Said Didu: Program Makan Bergizi Gratis dan Sekolah Rakyat Rawan Jadi Alat Jatuhkan Prabowo.

Repelita.net

08 May 2026 21:40 WIB • 771 view

Said Didu: Program Makan Bergizi Gratis dan Sekolah Rakyat Rawan Jadi Alat Jatuhkan Prabowo.
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Kekhawatiran mendalam menyelimuti jalannya agenda besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto setelah sejumlah program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat disebut memiliki celah keamanan politik yang sangat tinggi.

Pernyataan tersebut terlontar dari pengamat sekaligus aktivis Said Didu saat menghadiri forum dialog bertajuk Apakah Gerakan Pemakzulan Prabowo Itu Realistis? yang berlangsung di area Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis, 7 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

Said Didu memetakan setidaknya ada lima agenda strategis negara yang sangat riskan dijadikan instrumen politik oleh pihak tertentu, meliputi MBG, Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, kebijakan hilirisasi, hingga langkah tegas penertiban kawasan hutan.

“Nah, program MBG ini kan, saya bilang ada lima program Prabowo yang sangat bahaya ditunggangi untuk menjatuhkan dia,” kata Said Didu memberikan peringatan mengenai potensi ancaman yang mengintai di balik kebijakan populis tersebut.

Risiko ini muncul bukan tanpa alasan, mengingat besarnya dana yang dikucurkan serta rumitnya koordinasi di tingkat akar rumput yang membuat kontrol penuh terhadap setiap elemen pelaksana menjadi sebuah tantangan yang sangat berat bagi istana.

“Kalau dipegang oleh orang yang salah, maka Prabowo jatuh. Dijatuhkan oleh mereka,” ujarnya menekankan bahwa penempatan personel yang tidak tepat dalam mengelola program ini bisa berakibat fatal bagi kelangsungan kepemimpinan Presiden Prabowo.

Agenda Makan Bergizi Gratis menjadi poin yang paling diwaspadai karena cakupannya yang mencakup seluruh penjuru negeri, sehingga potensi munculnya riak-riak penyimpangan atau masalah teknis di lapangan nyaris mustahil untuk dihindari sepenuhnya.

“Pelaksanaan kelima program itu, terutama MBG sangat susah dilindungi agar tidak terjadi pelanggaran,” katanya yang mensinyalir bahwa kegagalan kecil sekalipun akan segera dipoles sebagai amunisi politik untuk menggoyang kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Aktivis ini menduga terdapat kelompok kepentingan yang tengah mengincar titik lemah dari realisasi janji kampanye tersebut, dengan harapan kegagalan sistemik dapat digunakan sebagai batu loncatan untuk melancarkan gerakan perlawanan secara politik.

Bahaya tersebut diprediksi tidak hanya bersumber dari oposisi murni, melainkan juga dari oknum di dalam birokrasi yang disinyalir masih memiliki keterikatan kuat dengan kelompok oligarki maupun sisa-isa kekuatan politik dari masa lalu.

Said Didu mengharapkan agar masyarakat lebih jeli dalam menyerap informasi dan tidak mudah terjebak dalam opini yang sengaja diciptakan untuk menciptakan instabilitas nasional demi kepentingan segelintir elite yang ingin berkuasa kembali.

“Hati-hati dengan gorengan. Karena mungkin kita sedang ditunggangi,” tandasnya menutup pernyataan mengenai kewaspadaan terhadap skenario pelemahan kedudukan kepala negara melalui isu-isu program strategis tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung