Repelita Miangas - Presiden Prabowo Subianto secara mengejutkan menghentikan iring-iringan kendaraan kepresidenan saat melintasi wilayah ujung utara Indonesia guna menyambangi para penjaga kedaulatan di Pos TNI Angkatan Darat (Posad) Miangas, Sulawesi Utara.
Aksi spontan ini dilakukan di luar jadwal protokol kenegaraan yang telah disusun sebelumnya, di mana kepala negara memutuskan untuk turun langsung menghampiri dua personel militer yang tengah bersiaga menjaga perbatasan negara dengan Filipina.
ADVERTISEMENT
Kedua prajurit tersebut, Sersan Dua Alan Mandibo dan Prajurit Kepala Armoko, merasa sangat terharu serta bangga atas kunjungan mendadak sang panglima tertinggi yang bersedia meluangkan waktu di sela kunjungan kerjanya.
Serda Alan Mandibo mengungkapkan perasaan emosionalnya setelah berinteraksi jarak dekat dengan presiden dengan menyatakan, "Rasanya berbicara langsung dengan Bapak (Presiden, red.), kami merasa suatu kebanggaan buat kami tersendiri sebagai prajurit. Karena ini pertama kali kami bertemu dengan Bapak secara langsung, dengan menyapa, terus bersalaman, serta berbincang-bincang sedikit, dan juga menunjukkan barak atau pos kami (kepada Presiden, red.)."
Dalam inspeksi mendadak tersebut, Presiden Prabowo yang didampingi oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau secara mendalam fasilitas barak serta mengecek laporan operasional Satuan Tugas Pengamanan Pulau Terluar (Satgas Pam Puter).
Kepala negara menunjukkan kepeduliannya terhadap kesejahteraan prajurit dengan menanyakan secara detail mengenai ketersediaan fasilitas dasar dan kebutuhan logistik selama mereka bertugas di pulau terpencil tersebut.
Terkait perhatian presiden terhadap kebutuhan vital di pos penjagaan, Serda Alan menjelaskan, "Yang ditanyakan oleh Bapak Presiden, yaitu mengenai sumber air kami, yaitu untuk kebutuhan sehari-hari kami buat masak, dan juga untuk mandi dan mencuci. Kami menjawab, kami punya sumur, dan sumurnya bersih."
Dialog yang berlangsung hangat tersebut juga mencakup pembahasan mengenai masa penugasan prajurit yang telah berjalan selama sebelas bulan serta kondisi keluarga yang mereka tinggalkan demi tugas negara.
Kesan mendalam mengenai kepribadian Prabowo dirasakan langsung oleh personel di lapangan yang menilai sang presiden sebagai sosok pemimpin yang sangat mengayomi bawahannya di manapun mereka bertugas.
Serda Alan memberikan penilaian pribadinya terhadap sikap sang presiden dengan berujar, "Bapak (Presiden) orangnya tegas, terus perhatian sama anggota, dan juga menurut saya, Bapak, orangnya sangat peduli, sehingga tadi (saat) pertama datang, langsung singgah dan menuju pos kami."
Pertemuan tatap muka tersebut dianggap sebagai momen langka yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya oleh para prajurit, mengingat posisi geografis Pulau Miangas yang sangat terisolasi dari pusat pemerintahan di Jakarta.
Kebahagiaan tersebut dirangkum dalam pernyataan penutup Serda Alan, "Kami tidak menyangka sama sekali, tidak menyangka dapat bertatap muka langsung dengan Bapak Presiden," yang menandai momen bersejarah bagi satuan penjaga perbatasan utara tersebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok