Berita, Palestina

Pemukim Israel Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa dan Gelar Ritual Talmud di Bawah Kawalan Ketat Pasukan Keamanan Otoritas Tel Aviv

Repelita.net

14 May 2026 15:39 WIB • 760 view

Pemukim Israel Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa dan Gelar Ritual Talmud di Bawah Kawalan Ketat Pasukan Keamanan Otoritas Tel Aviv
Foto: Istimewa

Repelita Yerusalem - Ketegangan kembali memuncak di Yerusalem Timur setelah gerombolan pemukim ekstremis Yahudi menerobos masuk secara ilegal ke dalam area suci Masjid Al-Aqsa pada Kamis (14/5) pagi.

Aksi provokatif berskala besar tersebut mendapat pengawalan ketat dari personel kepolisian bersenjata lengkap milik otoritas Tel Aviv guna memastikan kelancaran aktivitas radikal tersebut di lapangan.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan data otentik yang dihimpun oleh lembaga pers independen Palestina, puluhan imigran tersebut secara demonstratif menggelar ritual keagamaan Talmud di area pelataran situs tersuci ketiga umat Islam tersebut.

“Ritual keagamaan Yahudi itu, menurut laporan WAFA, dilakukan oleh para pemukim Israel di bawah perlindungan pasukan keamanan Tel Aviv.”

Eskalasi provokasi ini sebenarnya telah diinisiasi sehari sebelumnya oleh pejabat teras kabinet zionis yakni Menteri Urusan Negev dan Galilea, Yitzhak Wasserlauf, yang nekat menginjakkan kaki di sana.

Kedatangan menteri beraliran radikal kanan tersebut sengaja dirancang menjelang momentum perayaan tahunan atas pencaplokan sepihak wilayah kota suci oleh kekuatan militer zionis.

Kelompok sayap kanan radikal di Tel Aviv juga telah menginstruksikan para simpatisannya untuk menguasai tempat ibadah tersebut serta menggelar konvoi bendera besar-besaran pada malam harinya.

Wasserlauf sendiri diketahui merupakan politisi dari faksi Otzma Yehudit yang dipimpin oleh Itamar Ben Gvir, di mana keduanya kerap memicu kemarahan dunia Arab akibat aksi penerobosan serupa.

Otoritas keagamaan setempat mencatat bahwa gelombang pemaksaan masuk yang dilakukan oleh kelompok pendudukan ini telah terjadi puluhan kali sepanjang periode bulan lalu.

Sesuai dengan kesepakatan hukum internasional yang berlaku, pemeluk agama Yahudi sebenarnya hanya diberikan izin sebatas melakukan kunjungan wisata dan dilarang keras mengadakan peribadatan di sana.

Namun sejak dua dekade silam, pihak aparat keamanan Tel Aviv secara sepihak terus melanggar aturan baku tersebut dengan membuka gerbang masuk bagi warga zionis hampir setiap hari.

Pihak otoritas sipil Palestina mengutuk keras pembiaran aksi agresi ini karena dinilai sebagai upaya sistematis untuk menghapus identitas Arab serta melenyapkan eksistensi keislaman di Yerusalem.

Masyarakat internasional juga mendesak penghentian aneksasi ilegal ini demi mewujudkan kemerdekaan seutuhnya bagi negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota masa depan yang sah.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung