Repelita Jakarta - Gelaran pameran barang bukti berupa gunungan uang tunai senilai sepuluh triliun rupiah yang ditata menyerupai bentuk piramida di Gedung Kejaksaan Agung menuai beragam reaksi satir dari kalangan pengguna media sosial.
Dana masif dalam kemasan plastik transparan berlabel aneka bank BUMN dan swasta tersebut merupakan akumulasi denda administratif serta setoran pajak yang berhasil dihimpun oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan Tahap VII.
ADVERTISEMENT
Prosesi penyerahan dana ke kas negara tersebut disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin sebagai bentuk transparansi penegakan hukum dalam mengatasi kebocoran kekayaan alam.
Kendati otoritas menegaskan aksi pemajangan tersebut bukan sekadar seremonial, warganet justru menanggapi sinis visualisasi tumpukan mata uang rupiah yang dibuat menjulang tinggi di depan kamera tersebut.
Sebuah komentar menggelitik dilayangkan oleh akun pengamat dunia pendidikan @Dospemz pada tanggal 13 Mei 2026 yang menyoroti motif di balik pembuatan dekorasi gunungan uang lokal tersebut.
Melalui cuitan yang viral di platform digital, akun tersebut melontarkan sindiran menohok dengan menuliskan “Ngapain sih repot-repot? Padahl kalau yang dipamerin uang pecahan dollar, tingginya cuma semata kaki orang dewasa.”.
Kritik bernada gurauan tersebut segera memicu interaksi dari peselancar dunia maya lainnya yang menilai visualisasi berlebihan itu mencerminkan lemahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.
Sentimen ketidakpuasan publik juga disuarakan oleh akun @SalehuddinUddin pada tanggal postingan 13 Mei 2026 yang mengaitkan pameran tersebut dengan kondisi riil perekonomian rakyat kecil saat ini.
Warganet tersebut menyampaikan kekhawatirannya tanpa mengubah teks asli sedikit pun yakni “Jgn2 pinjam d seluruh bank,entar d kembaliin lagi.percuma pamer g ada pengaruhnya d ekonomi rakyat.yg ada mala rakyat menderita akibat salah urus pd waktu rezim mulyono.mala skrg d lanjutkan, ancur sudah konoha”.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
Ngapain sih repot-repot?
— Dosen Pembimbing (@Dospemz) May 13, 2026
Padahal kalau yang dipamerin uang pecahan dollar, tingginya cuma semata kaki orang dewasa. https://t.co/ILPrQQQjG1
Kalau Rp10 triliun semuanya pecahan Rp100rb berarti butuh 100jt lembar.
— Dosen Pembimbing (@Dospemz) May 13, 2026
Sedangkan kalau memakai pecahan US$100, dengan kurs sekitar Rp17.500 per dolar, hanya butuh sekitar 5,7 juta lembar, menyusut 15 kali.
Ya, paling banter sebetis lah 😪