Berita, Timur Tengah

Mengejutkan Wapres Iran Mohammad Reza Aref Klaim Segera Rayakan Kemenangan Besar Atas Amerika Serikat Dan Israel Di Selat Hormuz

Repelita.net

08 May 2026 16:20 WIB • 804 view

Mengejutkan Wapres Iran Mohammad Reza Aref Klaim Segera Rayakan Kemenangan Besar Atas Amerika Serikat Dan Israel Di Selat Hormuz
Foto: Istimewa

Repelita Teheran - Wakil Presiden Pertama Republik Islam Iran, Mohammad Reza Aref, melontarkan pernyataan berani mengenai rencana negaranya untuk segera menyelenggarakan sebuah seremoni kemenangan besar atas segala bentuk intimidasi serta agresi yang selama ini diarahkan kepada pihak Teheran.

Pernyataan yang cukup mengejutkan ini disampaikan oleh pejabat tinggi tersebut di tengah eskalasi geopolitik di wilayah Timur Tengah yang kian memanas dan terus menjadi pusat perhatian utama bagi seluruh komunitas internasional di berbagai belahan dunia.

ADVERTISEMENT

Aref mengungkapkan keyakinan mendalam bahwa segenap lapisan masyarakat di negaranya memiliki ketangguhan mental serta fisik untuk melewati badai sanksi ekonomi, tekanan diplomatik, hingga ancaman operasi militer yang dilancarkan oleh aliansi negara-negara Barat.

Sosok pimpinan senior ini menilai bahwa momen kejayaan Iran yang akan segera tiba tersebut bakal menjadi titik balik krusial yang menandai berakhirnya beban sanksi internasional yang selama bertahun-tahun telah menekan laju pertumbuhan ekonomi nasional mereka.

Dalam keterangannya yang dikutip pada Kamis, 7 Mei 2026, ia memberikan penegasan bahwa eksistensi serta kekuatan kedaulatan nasional Iran terbukti tetap berdiri kokoh meski harus diterpa berbagai badai konflik bersenjata yang sangat melelahkan dalam kurun waktu lama.

"Kita akan segera mengadakan perayaan kemenangan kita, dan sanksi serta tekanan yang telah dibebankan kepada bangsa Iran selama beberapa tahun terakhir akan dicabut dengan kemenangan besar bangsa Iran tersebut," ujar Aref dengan penuh optimisme.

Munculnya klaim keberhasilan ini terjadi secara bersamaan dengan insiden saling melepaskan tembakan yang melibatkan armada tempur dari kedua belah pihak di perairan Selat Hormuz, di mana Iran melontarkan tuduhan adanya pelanggaran kesepakatan jeda pertempuran.

Di pihak lawan, otoritas keamanan Amerika Serikat secara tegas membantah seluruh tuduhan tersebut dengan memberikan pernyataan bahwa mereka sama sekali tidak memiliki keinginan untuk memperluas skala konflik dan menjamin status penghentian baku tembak masih berlaku.

Menanggapi situasi yang kian tak menentu di wilayah Teluk, Presiden Donald Trump mengeluarkan ancaman yang sangat keras kepada pihak Teheran dengan menyatakan kesiapan untuk meluncurkan serangan udara yang jauh lebih menghancurkan jika kesepakatan baru gagal dicapai.

"Kami akan menghancurkan mereka jauh lebih keras, dan jauh lebih keras lagi (secara kekerasan)," papar Trump guna memberikan penegasan mengenai posisi militer Washington terhadap segala bentuk perlawanan bersenjata yang dilancarkan oleh pasukan penjaga perbatasan Iran.

Meskipun mengeluarkan gertakan yang sangat menakutkan, pemimpin Amerika tersebut tetap berupaya meredam kekhawatiran publik mengenai berakhirnya masa damai sementara dengan menyatakan bahwa stabilitas operasional di kawasan tersebut sebenarnya belum benar-benar berakhir sepenuhnya.

Trump bahkan memberikan istilah yang sangat meremehkan terhadap insiden kontak senjata baru di laut tersebut dengan menyebutnya hanya sebagai just a love tap alias "sentuhan kasih sayang" guna memberikan gambaran bahwa kejadian itu bukanlah masalah serius bagi militer.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung