Berita, Hukum, Politik

Jokowi Sebut PSI Mulai Ditakuti, Singgung Ancaman Ambang Batas Parlemen Jelang Pemilu 2029

Repelita.net

27 September 2026 23:13 WIB • 117 view

Jokowi Sebut PSI Mulai Ditakuti, Singgung Ancaman Ambang Batas Parlemen Jelang Pemilu 2029
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pernyataan mengejutkan datang dari mantan presiden Joko Widodo yang menyebut Partai Solidaritas Indonesia mulai diperhitungkan dan ditakuti oleh lawan politik.

Eksistensi partai politik tersebut dinilai mulai menebar ancaman nyata bagi peta kekuatan nasional menjelang perhelatan pemilu mendatang.

ADVERTISEMENT

Klaim tersebut disampaikannya secara langsung usai mengumumkan status keanggotaan resminya di hadapan para pengurus dan kader di Kota Bandung.

Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya kerja keras kader untuk turun langsung membina jejaring komunitas di tengah masyarakat luas.

Meskipun PSI ini partai baru, tetapi sekarang ini sudah banyak yang ketakutan.

Wong sama partai baru saja kok takut.

Ini partai baru, tapi hati-hati, ini akan menjadi partai besar, tegas Jokowi saat memberikan keterangan.

Pernyataan itu langsung memicu berbagai tanggapan dari kalangan pengamat politik tanah air yang membaca sinyal strategis di baliknya.

Direktur Eksekutif Trias Politika Akademika, Agung Baskoro, menilai langkah tersebut sebagai upaya mengamankan pengaruh secara institusional.

Serangan politik belakangan ini, mulai dari isu ijazah hingga tuduhan pemakzulan, adalah bagian dari dinamika politik.

Namun dengan masuknya beliau ke PSI, Jokowi seolah menegaskan bahwa beliau memiliki 'benteng kokoh' berbentuk partai politik.

Ini menjadi wadah agar kekuatan politik keluarga Solo tetap terjaga secara permanen, jelas Agung menguraikan analisisnya.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, berpandangan bahwa narasi ketakutan itu ditujukan kepada kelompok penyerang.

Pernyataan itu secara eksplisit ingin menyampaikan pesan kepada pihak-pihak yang berharap kekuatan politik Jokowi sirna pada 2029.

Jokowi ingin membuktikan bahwa eksistensinya tidak akan lenyap begitu saja.

Siapa pun yang berupaya mereduksi pengaruhnya, itulah yang disebut sedang merasa cemas atau takut, tutur Adi.

Lebih lanjut, Adi menduga sentilan tersebut turut berkaitan dengan wacana kenaikan ambang batas parlemen yang tengah digodok di tingkat legislatif.

Isu kenaikan ambang batas parlemen selalu berulang di tiap pemilu.

Pihak-pihak yang mencoba menaikkan angka tersebut disinyalir ingin menutup ruang bagi partai baru untuk lolos ke Senayan.

Narasi 'ketakutan' dari Jokowi ini bisa jadi merupakan bentuk sentilan bagi mereka yang mencoba menghadang laju PSI di parlemen, tambah Adi.

Di sisi lain, Juru Bicara PSI, Kamaruddin Komar, menyambut baik bergabungnya tokoh nasional tersebut sebagai penguat arah perjuangan partai.

Pak Jokowi sudah resmi menjadi rumah besar bagi PSI.

Kedatangan beliau mengonsolidasikan relawan-relawan di seluruh daerah untuk menyatu ke dalam struktur partai.

Mengenai isu ambang batas pemilu, PSI siap menghadapi angka berapa pun yang ditetapkan DPR.

Namun kami mengingatkan agar putusan Mahkamah Konstitusi serta keterwakilan jutaan suara rakyat tetap dihormati, terang Kamaruddin.

Sementara itu, respons menyejukkan diperlihatkan oleh kubu koalisi pendukung pemerintah menanggapi dinamika politik yang terjadi.

Juru Bicara Partai Gerindra, Bahra Bandung, menyatakan bahwa langkah tersebut sama sekali tidak mengganggu stabilitas pemerintahan yang berjalan.

PSI adalah bagian dari rekan koalisi kami.

Bergabungnya Pak Jokowi ke PSI kami lihat sebagai energi positif dan bentuk sinergi untuk memperkuat agenda pembangunan nasional.

Berkompetisi secara sehat adalah hal biasa dalam demokrasi, yang terpenting semuanya demi kepentingan bangsa dan negara, pungkas Bahra. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung