Berita, Timur Tengah

Iran Tantang Militer Amerika di Selat Hormuz Tolak Dolar dan Siagakan Rudal 1.000 Persen

Repelita.net

09 May 2026 17:08 WIB • 814 view

Iran Tantang Militer Amerika di Selat Hormuz Tolak Dolar dan Siagakan Rudal 1.000 Persen
Foto: Istimewa

Repelita Teheran - Situasi keamanan di kawasan Selat Hormuz kembali membara menyusul pernyataan provokatif dari otoritas Iran yang menanggapi operasi militer Amerika Serikat terhadap sejumlah titik strategis di wilayah tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam keterangannya pada Jumat, 8 Mei 2026, menegaskan bahwa Teheran tidak akan mundur selangkah pun menghadapi tekanan militer yang dilancarkan oleh Gedung Putih.

ADVERTISEMENT

Diplomat senior tersebut mengkritik keras kebijakan Washington yang dianggap selalu mengabaikan dialog damai demi ambisi perang dengan menyatakan, “Setiap kali solusi diplomatik ada di meja perundingan, Amerika Serikat memilih petualangan militer yang sembrono.”

Abbas Araghchi juga mempertanyakan motif di balik serangan tersebut serta keterlibatan pihak-pihak tertentu yang mendorong eskalasi konflik dengan berujar, “Apakah ini taktik tekanan kasar? Atau akibat dari seorang pengacau yang sekali lagi menipu POTUS ke dalam jurang masalah baru?”

Ketegangan fisik antara kedua negara kini meluas ke sektor ekonomi setelah Teheran secara resmi meluncurkan kebijakan yang menolak penggunaan mata uang internasional utama dalam transaksi biaya transit di jalur pelayaran energi global tersebut.

Juru Bicara Garda Revolusi Islam (IRGC), Ebrahim Zolfaghari, melalui akun media sosial X miliknya mempertegas langkah dedolarisasi tersebut dengan mencuitkan pada 8 Mei 2026: "Tidak ada lagi dolar, tidak ada lagi yuan."

Langkah berani Iran untuk mengharuskan pembayaran biaya pelayaran menggunakan mata uang rial merupakan tantangan terbuka bagi dominasi finansial Barat, sekaligus upaya memperkuat kedaulatan ekonomi di tengah sanksi yang masih menjerat.

Terkait kesiapan tempur, Araghchi membantah data intelijen Amerika Serikat mengenai jumlah persediaan senjata mereka dan memberikan angka tandingan yang jauh lebih besar dari laporan sebelumnya.

Ia menekankan bahwa kekuatan pertahanan Iran justru meningkat tajam di bawah tekanan sanksi dengan menyatakan, “Selain itu, CIA salah. Inventaris rudal kami dan kapasitas peluncurnya bukanlah 75 persen dibandingkan dengan 28 Februari. Angka yang benar adalah 120 persen.”

Komitmen militer Iran untuk melindungi kedaulatan negara dan rakyatnya pun ditegaskan berada pada level tertinggi saat ini dengan pernyataan penutup dari Araghchi yang menyebutkan, “Adapun kesiapan kami untuk membela rakyat kami: 1.000 persen.”

Sementara itu, Washington memberikan peringatan keras kepada seluruh perusahaan logistik internasional agar tidak mematuhi kebijakan pembayaran biaya lintas kepada Teheran karena hal tersebut berisiko memicu sanksi dari otoritas keuangan Amerika Serikat.

Konflik di Selat Hormuz kini tidak hanya memicu kenaikan harga energi dunia secara drastis, tetapi juga mengubah peta persaingan geopolitik di mana jalur perdagangan minyak utama menjadi medan perang finansial yang melibatkan mata uang nasional.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung